MAGELANG UTARA – Pasca penegerian Untidar, universitas negeri di kawasan eks Karisidenan Kedu tersebut mengadakan acara Temu Tokoh Pengenalan Untidar Perguruan Tinggi Negeri, Sabtu (10/5) pkul 20.00 WIB dengan bertempat di Auditorium Untidar.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh panitia penegerian Untidar, juga turut hadir kepala daerah atau yang mewakili dari Wonosobo, Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, mengingat lokasi Untidar tersebar di wilayah daerah tersebut.

Rektor Untidar, Prof Dr H Cahyo Yusuf M Pd, mengatakan, kegiatan temu tokoh ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas visi dan misi pasca penegerian Untidar kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah agar terjadi komunikasi berkaitan dengan masukan serta saran kedepan paska penegerian Untidar.

Sekaligus menjadi media sosialisasi Untidar, agar semua daerah merasa turut memiliki dan bersama-sama memajukannya, terutama dalam aspek mutu dan kualitas pendidikan Untidar,” ucap Cahyo.

Dan yang menarik adalah sebagian besar panitia penegerian Untidar adalah tokoh dan pejabat yang mempunyai kedudukan di pusat, namun memiliki sejarah latar belakang kampung yang sama, alias berasal dari Magelang.

Salah satunya adalah Ketua Panitia Penegerian Untidar, Prof Dr Komarudin Hidayat, menuturkan, keberadaan universitas negeri diharapkan akan mampu mengangkat gairah eks Karisedenan Kedu, dikarenakan dengan adanya universitas negeri akan menjadi daya tarik tersendiri.

“Sebuah daerah mampu menjadi magnet bila mempunyai salah satu unsur, seperti pariwisata (turisme) , pusat industri atau pendidikan.

Dan daerah Kedu setelah dilakukan studi kelayakan cocok untuk didirikan universitas negeri atau unsur pendidikan. Karena selama ini kurang adil, dimana universitas negeri hanya berada di Semarang, Solo, Purwokerto, dan Jogjakarta, padahal Kedu dan Magelang mempunyai jasa besar dalam sejarah karena dulu merupakan pusat perjuangan, dan hal ini harus diperhatikan,” papar Komarudin yang menjabat sebagai Rektor UIN Hidayatullah Jakarta ini.

Salah satu narasumber, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Hendarman Supandji, menerangkan, sebagai warga yang berasal dari Kota Magelang, dirinya merasa harus membantu penegerian Untidar, terutama dalam bidang penyediaan lahan.

“Masalah tanah adalah masalah krusial dalam penegerian Untidar ini, kebetulan saya menjabat di bidang yang sama jadi lebih mudah mencari jalan penyediaan lahan yang menjadi salah satu persyaratan dalam penegerian Untidar.

Hal tersebut akan lebih sulit jika saya masih menjabat sebagai Jaksa Agung,” terang Hendarman mengenang proses panjang penegerian Untidar.(mg1).

sumber : http://magelangekspres.com/berita/untidar-gelar-temu-tokoh.html

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY