Dwi Andriyanto, Ketua Mapala "Sulfur" UNTIDAR memberikan trofi kepada juara 2 kategori putra, Mapala Garba Wirabuana, UNS.

MAGELANG – Mapala “Sulfur” Universitas Tidar sukses menyelenggarakan Sulfur Orienteering Competition VII 2016, Sabtu-Minggu (24-25/09). Event berskala nasional ini diikuti 36 tim yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini dipusatkan di tiga desa di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang yaitu Desa Wonoroto, Desa Tanjung Sari dan Desa Pasang Sari.

SOC merupakan kompetisi kemampuan membaca peta kompas dan menganalisa medan untuk mencapai sasaran (titik point). “Panitia menempatkan beberapa titik poin antara start dan finish. Peserta lomba bebas menentukan titik poin untuk mencapai titik point akhir yaitu garis finish dalam jangka waktu yang telah ditentukan,” jelas Dwi Andriyanto, Ketua Mapala “Sulfur”.

Penilaian perlombaan menggunakan sistem score orienteering yaitu peserta harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin selama waktu yang ditentukan. Poin didapatkan dari seberapa banyak titik poin yang dilalui peserta yang nantinya dikalkulasi dengan lama waktu yang ditempuh peserta.

“Persiapan penyelenggaran SOC ke 7 ini sudah kami persiapkan 10 bulan terakhir ini. Persiapan paling lama adalah menentukan titik poin sekaligus membuat peta area pelaksanaan kegiatan,” tambah Andri.

Salah satu tim peserta SOC VII sampai di salah satu titik poin yang ditentukan panitia.
Salah satu tim peserta SOC VII sampai di salah satu titik poin yang ditentukan panitia.

SOC merupakan kegiatan rutin Sulfur yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Selain meningkatkan kemampuan navigasi, membaca peta serta melintasi medan kegiatan ini juga melatih sportifitas dan mempererat tali persaudaraan di kalangan mapala dan orienteer-orienteer di Indonesia.

Juara pertama kompetisi antar tim mahasiswa pecinta alam (mapala) ini diraih oleh Brahmahardika, FKIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta baik untuk kategori putra dan putri. Juara kedua kategori putra adalah Mahesapala Sekolah Tinggi Ekonomi AMA, Salatiga; kategori putri Garba Wirabuana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Juara tiga diraih oleh Mentari, Universitas Muhamadiyah Magelang untuk kategori Putri dan Mapalast, Unisbank, Semarang. Masing-masing juara mendapatkan trofi, sertifikat dan uang pembinaan.

“SOC VII 2016 ini merupakan kompetisi orienteering yang luar biasa. Pesertanya banyak serta medannya menantang. Persiapan panitia juga cukup matang. Alhamdulillah, Brahmahardika UNS bisa mendapatkan gelar juara pertama di kategori putra dan putri,” tutur Arief Budi Cahyono, peserta sekaligus juara pertama SOC 2016 dari Mapala Brahmahardika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UNS. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY