MAGELANG – Puluhan penyair berpuisi di sepanjang rute menuju puncak Gunung Tidar, Minggu Pagi (15/05/2016). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Nusantara Bersastra Kita Bahagia” kerjasama Universitas Tidar dan Lembaga Nittramaya.

“Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan jumlah pencinta sastra. Semakin banyak semakin baik,” kata Bambang Eka Prasetya, ketua Nittramaya.

Menurut Bambang, para penulis dan penyair yang ikut serta tidak hanya yang tergabung dalam Nittramaya tapi juga dari luar daerah bahkan dari luar negeri. Rohani Din atau lebih populer dengan panggilan Bonda Anie Din merupakan penyair terjauh yang datang dari Singapura. Penulis buku Bonda Bundo Bersenandung ini juga memberikan kenang-kenangan sejumlah buku sastra kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

SENANDUNG SYAIR PARASASTRA  4

Semua penyair wajib membacakan puisi baik karyanya sendiri maupun orang lain. Malam harinya, acara dilanjutkan di Auditorium UNTIDAR. Selain acara penyerahan buku kepada Rektor, beberapa penyair yang belum mendapatkan kesempatan membaca puisi mulai unjuk kebolehan. Kali ini, wakil dari UNTIDAR pun tidak mau kalah. Nela Widodo (alumni) membacakan puisi Derai – Derai Asmara dari Chairil Anwar dan Sajak Orang Miskin dari WS Rendra diiringi petikan gitar dari Abror, mahasiswa FKIP.

Bagi Bambang, acara ini sekaligus menjadi ajang temu kangen dengan teman dan dosen semasa kuliahnya dulu. Alumni FKIP, Prodi Bahasa Inggris yang lulus tahun 2001 silam ini mengaku perlu “menularkan” bibit sastra terutama pada juniornya di UNTIDAR.

“Saya kuliah 3 kali. Gagal 2 kali dan lulus sekali. Saya ini mahasiswa tahun ‘79, ‘84 dan ‘96 dan akhirnya lulus tahun 2001 pada usia 49 tahun, mungkin lulusan tertua saat itu,” tutur Bambang.

UNTIDAR merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjalanan sastra Bambang. Semasa kuliah, tiga naskah dramanya Saksi dipentaskan di Auditorium UNTIDAR, Geliat Akar Rumput dipentaskan di Denpasar dan Tiang Gantungan dipentaskan di Universitas Hamka. Beberapa penyair nusantara yang hadir dalam acara ini adalah Selwa Kumar (Medan), Didik (Semarang), ES Wibowo (Magelang, mahasiswa pecinta sastra dari Jogja, Purworejo, Ngawi, dll.

SENANDUNG SYAIR PARASASTRA  3

1 COMMENT

LEAVE A REPLY