Salah satu peserta lomba mading, Rabu (26/10) di auditorium.

MAGELANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR menggelar Lomba Majalah Dinding (mading), Lomba Cipta dan Baca Puisi, serta Lomba Poetry Reading, Rabu (26/10) di lingkungan kampus UNTIDAR. Rangkaian lomba yang diikuti oleh siswa SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Magelang ini merupakan bagian dari kegiatan Bulan Bahasa FKIP (BBF) yang diperingati setiap bulan Oktober.

Sebanyak 27 tim mengikuti lomba mading dengan tema “Memperkukuh kecintaan dan kebanggan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Indonesia” di auditorium UNTIDAR. Masing-masing tim yang terdiri dari 2 peserta diberikan waktu 120 menit untuk membuat mading. “Rubrik wajib mading terdiri dari tajuk rencana, opini, feature, puisi, cerpen, dan advertensi atau mengenalkan potensi daerah yang ditulis tangan, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak mengandung SARA,” tutur Widya Ratna Kusumaningrum, S.Pd., M.Ed., M.Pd., salah satu juri lomba mading.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini menuturkan bahwa penilaian mading berdasarkan pada beberapa kriteria yaitu kreativitas, originalitas karya, rubrik, kesesuaian dengan tema, cara penyampaian, ide/gagasan, dan tata letak.

Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.
Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.

Di lokasi lain, tepatnya di Gedung FKIP UNTIDAR berlangsung Lomba Cipta dan Baca Puisi serta Poetry Reading. Tidak hanya diikuti siswa-siswi SMA/SMK sederajat, mahasiswa UNTIDAR juga diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba ini.

Lomba Cipta puisi diikuti oleh 35 peserta  dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”. Peserta diberikan waktu selama 120 menit untuk membuat puisi sesuai dengan tema, tidak mengandung unsur pornografi dan SARA. Sedangkan untuk Lomba Baca Puisi, panitia telah menyediakan materi terdiri dari puisi wajib berjudul Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri dan 5 puisi pilihan lainnya. “Banyak bibit generasi pecinta seni dan budaya yang hebat. Mereka mampu menyampaikan isi puisi kepada para pendengar serta mengontrol intonasi dan tempo sehingga pendengar tidak merasa bosan,” kata Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sekaligus juri Lomba Baca Puisi.

Poetry Reading Competition diikuti oleh 21 mahasiswa UNTIDAR serta 28 siswa siswi SMA, SMK sederajat. Berbeda dengan Lomba Baca Puisi, peserta poetry reading hanya membacakan 1 bacaan puisi dari daftar puisi yang telah disediakan oleh panitia.

Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.
Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.

Untuk Poetry Reading Competition bagi mahasiswa dimenangkan oleh Agnes Amalia Puspita mahasiswa semester 5 disusul oleh Eka Kusuma mahasiswi semester 3 dan di juara tiga adalah Nafiatul Aghnia Mahasiswi Semester 1 Prodi Bahasa Inggris. Sedangkan untuk poetry reading  competition hanya memilih satu bacaan puisi. Semua hadiah dari lomba tersebut akan diberikan pada Acara pentas seni  Bulan Bahasa pada hari sabtu mendatang.

Pemenang masing-masing lomba telah diumumkan pada penutupan acara masing-masing lomba. Penyerahan hadiah berupa sertifikat, tropi dan uang pembinaan akan diserahkan pada puncak acara Bulan Bahasa FKIP (BBF), Sabtu (29/10) mendatang. (HDN/DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY