Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd. memberikan pengarahan pada Orientasi Kewirausahaan, Kamis (14/04/2016) kepada calon wisudawan dan wisudawati periode April 2016

MAGELANG – Sesuai dengan Visi Universitas Tidar yaitu universitas berkeunggulan dalam Tridarma Perguruan Tinggi yang berbasis wirausaha dalam kancah nasional dan global, pasca wisuda mahasiswa diharapkan bukan saja menjadi job seeker namun sebagai job creator. “Lulusan UNTIDAR harusnya mampu menciptakan kerja, menjadi pelaku usaha bukan pencari kerja apalagi menjadi pengangguran intelektual,” jelas Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd.

Calon wisudawan/wisudawati periode April 2016 diwajibkan mengikuti Orientasi Kewirausahaan, Kamis (14/04/2016) di auditorium UNTIDAR. Mereka mendapat pembekalan materi kewirausahaan dari Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro M.Si. serta berbagi pengalaman dengan beberapa wirausahawan yang juga sesama calon wisudawan.

“Saya senang ternyata banyak mahasiswa yang sudah mencoba berwirausaha. Mereka patut didukung dan saya siap membuka “jalan” untuk mereka,” tutur Bambang.

Sebelumnya, beliau pernah melakukan beberapa penelitian antara lain mengenai pengadaan snack untuk acara kampus. Frekuensi acara dan jumlah peserta yang cukup banyak harusnya bisa ditangkap sebagai sebuah peluang wirausaha. “Sayangnya sampai saat ini, mahasiswa belum tergerak mengambil peluang emas ini,” tambahnya.

Menurut ahli sosiolog David McClelland, idelanya sebuah negara setidaknya membutuhkan 2% wirausahawan dari total penduduk. Untuk ukuran penduduk Indonesia, berarti perlu 50 juta wirausahawan. Menurut data survei tahun 2015 jumlah wirausaha kita hanya 1,65% dari 250 juta penduduk masih kalah jauh dengan negara-negara ASEAN lainnya. UNTIDAR sebagai pusat iptek dan kewirausahaan memfasilitasi dan mendampingi mahasiswa dalam mengkaji dan mengembangkan kewirausahaan. Mempersiapkan, mengelola dan membekali mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha baru serta ikut menyelesaikan pengangguran dan kemiskinan. Terlebih dengan adanya UPT Kewirausahaan yang dipimpin oleh Drs. Sri Bondan M.Si. mahasiswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkonsultasi seputar kewirausahaan.

Rizky Nuurasyiddah calon wisudawati dari FKIP yang sudah merintis usaha facial wajah tanpa rasa sakit sejak 3 tahun lalu membagikan pengalamannya.
Rizky Nuurasyiddah calon wisudawati dari FKIP yang sudah merintis usaha facial wajah tanpa rasa sakit sejak 3 tahun lalu membagikan pengalamannya.

 

Beberapa calon wisudawan juga berkesempatan berbagi pengalaman wirausahanya diantara lain Edi Priyanto (FISIPOL) pengusaha pengisian ulang tabung Alat Pemadam Kebakaran (APAR), Farid Alwan (FT) pengusaha angkringan, Erwin Setya (FISIPOL) pengusaha krupuk rambak dan Rizky Nuurasyidah (FKIP) pengusaha jasa facial wajah tanpa rasa sakit. “Setiap tempat usaha harusnya memiliki alat pemadam. Peluang ini saya manfaatkan sebagi usaha dan terbukti terus berkembang sampai sekarang hingga beberapa cabang,” tutur Edi yang juga memiliki usaha lain seperti bakso kerikil, penyewaan Gedung Olah Raga (GOR) dan jual beli mobil. Pengalaman dari mereka ini diharapkan mampu menginspirasi calon wisudawan serta membuka peluang kerjasama bagi yang sudah mulai merintis usaha.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY