MAGELANG – Program live in UNTIDAR tahun kedua resmi dimulai, Selasa (02/08) di tiga tempat berbeda yaitu Panti Wreda PELKRIM Kota Magelang, Panti Asuhan SLBC Rindang Kasih Secang dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini Temanggung.

“Dengan tinggal bersama, mahasiswa dapat merasakan dan meresapi tiap kegiatan. Melatih kepedulian sesama serta menambah rasa syukur,” kata Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Foto bersama dengan penghuni Panti Wreda PELKRIM saat pelepasan peserta live in UNTIDAR, Selasa (02/08).
Foto bersama dengan penghuni Panti Wreda PELKRIM saat pelepasan peserta live in UNTIDAR, Selasa (02/08).

Berbeda dengan live in lainnya yang memilih lokasi di pedesaan, Program Unit Pendidikan Karakter UNTIDAR memilih lokasi panti maupun pusat rehabilitasi. Live in UNTIDAR kali ini mengirimkan 17 mahasiswa dari berbagai program studi untuk tinggal selama 2 minggu di masing-masing lokasi yang telah ditentukan. Program live in UNTIDAR dilaksanakan pada 2-29 Agustus 2016 yang dibagi dalam 2 gelombang yaitu gelombang pertama 2-15 Agustus 2016 dan gelombang kedua 16-29 Agustus 2016.

“Untuk Panti Wreda PELKRIM dikhususkan untuk mahasiswi dikarenakan semua penghuni panti adalah wanita,” kata Dr. A. Sri Haryati, M.Pd., ketua pelaksana live in UNTIDAR.

Pada lokasi Panti Wreda PELKRIM dan Panti Asuhan Rindang Kasih setiap gelombangnya dikirim 3 peserta. Khusus Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita dikirm 5 peserta dan hanya melangsungkan live in selama 2 minggu atau 1 gelombang saja.

“Saya dapat info dari kakak tingkat kuliah yang dulu ikut live in. Selain untuk mengisi liburan juga ingin menambah rasa kepedulian. Saya yakin dibalik kekurangan yang mereka miliki pasti ada kelebihan, mungkin lebih dari kita yang serba kecukupan,” tutur Hadhian Purbolukito, mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan semester 5 yang mendapat lokasi live in di Balai Besar Rehabilitasi Grahita Temanggung. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY