Miniatur mobil kodok hasil pengolahan pralon bekas produk PKMK 2016.

Sempat dikunjungi Walikota Magelang, Sigit Widyonindito pada Kedu Expo 2016 lalu, Miniatur Mobil Antik dari Limbah Paralon disingkat menjadi Mimik Balon mendapat apresiasi yang positif. Menurut penuturan Sigit saat itu, sebuah produk harus memiliki nilai seni tinggi, berkualitas dan memiliki ciri khas atau keunggulan dibanding produk lain sehingga mudah dilirik konsumen.

Produk hasil Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) yang lolos seleksi Dikti Februari 2016 lalu ini cukup mencuri banyak perhatian pengunjung.

“Banyak yang mengira miniatur mobil antik ini dibuat dari kayu padahal sebenarnya dari pralon bekas,” kata Taufik.

PKMK dengan judul Mimik Balon (Miniatur Mobil Antik dari Limbah Pralon) Perintis Suvenir Ramah Lingkungan ini beranggotakan 3 orang yaitu Sita Naili Solihah sebagai Ketua (PBI/FKIP), Taufik Hidayat (Agroteknologi/FP) dan Serli Briliantika (PBI/FKIP). Mengaku terinspirasi dari tayangan televisi tentang pengolahan limbah pralon menjadi vas bunga, Taufik dan teman-teman sekelompoknya mencoba mencari ide lain.

Limbah pralon merupakan jenis limbah non organik yang tidak bisa membusuk ditanah. Pengolahan limbah pralon ini diharapkan mampu mengurangi jumlah limbah serta memanfaatkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

“Agar dapat dibentuk bermacam-macam maka pralon dibakar kemudian dijadikan lempengan-lempengan yang bisa dipotong sesuai desain,” jelas Taufik.

Taufik “Aveq” Hidayat saat menjada stand Mimik Balon di Kedu Expo 2016 di samping berbagai produk olahan pralon bekas.
Taufik “Aveq” Hidayat saat menjada stand Mimik Balon di Kedu Expo 2016 di samping berbagai produk olahan pralon bekas.

Menurut satu-satunya mahasiswa semester 2 dalam kelompok PKMK Mimik Balon ini, Taufik menyatakan bahwa ide pembuatan miniatur mobil antik datang setelah produk awal yaitu miniatur mobil masa kini selesai. Warna pralon pasca dibakar menghasilkan warna coklat alami sehingga lebih cocok jika dibuat menjadi mobil antik. Belum banyak penghasil produk miniatur mobil khususnya yang terbuat dari pralon, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Taufik dan teman-teman se-timnya.

“Awalnya inginnya hanya spesialisasi mobil kodok saja namun kini berkembang ke model mobil jadul lainnya juga,” kata Taufik.

Pemasaran produk Mimik Balon saat ini masih memanfaatkan media sosial, pameran, dan promosi dari mulut ke mulut. Produk olahan pralon bekas ini pun berkembang ke bentuk lainnya seperti tempat aqua, kapal dan setrika jadul. Produk dijual mulai dari harga Rp 30ribu sampai ratusan ribu tergantung pada ukuran dan kerumitan pembuatan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY