Naskah “Persimpangan” karya P. Haryanto berkisah mengenai orang-orang yang ingin mencari kebahagiaan di surga.

MAGELANG – “Oh itu mudah saja. Tiap orang tahu. Orang hapal. Pokoknya kita harus selalu melalui jalan kebenaran, jalan ke kanan. Jalan itulah yang akan menyampaikan kita ke surga,” ucap salah satu aktor dalam pementasan teater bertajuk “Persimpangan”, Senin (30/05/2016) lalu di auditorium UNTIDAR.

Pementasan teater oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan semester 4 ini untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah drama pentas.

“Menciptakan adalah tataran tertinggi dalam pembelajaran. Maka itu dalam mata kuliah pentas drama ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui, memahami, mengaplikasikan, evaluasi dan sintesis tapi juga mampu menciptakan sebuah pementasan drama,” jelas Imam Baihaqi, S.Pd., M.A. pengampu mata kuliah drama pentas.

Sebelumnya, seluruh mahasiswa kelas C dan D atau disebut dengan Recede (Rewo-rewo kelas C dan D) telah mengikuti tahap casting pada saat Ujian Tengah Semester (UTS) beberapa bulan lalu. Tahap casting menentukan 15 orang pemain utama sisanya menjadi tim pendukung. Secara keseluruhan, total 65 mahasiswa dibagi dalam 2 kelompok yaitu artistik dan produksi. Tim artistik terdiri dari pemain (aktor/aktris), sutradara, dan asisten sutradara, tim artistik, lighting, dan setting. Sedangkan tim produksi terdiri dari pimpinan produksi, sekretaris, bendahara, sie acara, konsumsi, dan perlengkapan. Pembagian ini menentukan proporsi dan jobdesk masing-masing individu.

“Penilaian nantinya berdasarkan presensi kehadiran pada saat latihan dan sejauh mana kontribusi mahasiswa dalam keseluruhan proses pementasan ini,” tambah Imam.

Berdasarkan pengalamannya menjadi bagian dari Teater Akar Universitas Negri Yogyakarta (UNY) dulu, penampilan Recede dengan segala keterbatasan dan persiapan yang belum maksimal sudah cukup memuaskan. “Pementasan teater ‘Persimpangan’ berhasil mendatangkan 350 penonton bahkan sebagian besar berasal dari luar UNTIDAR,” jelas Imam.

Mahasiswa semester 4 PBSI FKIP UNTIDAR kelas C & D berakting dalam pementasan teater “Persimpangan”.
Mahasiswa semester 4 PBSI FKIP UNTIDAR kelas C & D berakting dalam pementasan teater “Persimpangan”.

Naskah “Persimpangan” karya P. Haryanto yang dipentaskan Recede Teater menceritakan mengenai orang-orang yang ingin mencari kebahagiaan di surga yang identik dengan arah kanan. Namun, pada akhirnya orang-orang terjadi konflik mengenai hakikat arah kanan itu sendiri karena sisi kanan masing-masing orang berbeda.

“Secara keseluruhan saya puas. Dengan segala keterbatasan yang ada teman-teman sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkan pementasan drama ini,” kata Nurul Huda, sutradara pementasan “Persimpangan” yang juga merupakan Ketua UKM Bengkel Seni UNTIDAR.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY