MAGELANG – Segenap sivitas akademika UNTIDAR mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di halaman parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat (28/10). Berbeda dengan upacara pada peringatan hari besar sebelumnya, petugas upacara kali ini adalah dosen-dosen muda FKIP.

Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Persiapan singkat, hanya 1 hari. Alhamdulillah upacara berjalan lancar, walau masih sedikit kesalahan. Maklum baru pertama kali ini kami menjadi petugas upacara di UNTIDAR,” kata Atsani

Seirama dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda kali ini “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”, dosen muda sekaligus petugas upacara mewakili generasi muda yang masih memegang teguh rasa nasionalisme dan kebangsaan. Ditengah pelaksanaan Bulan Bahasa FKIP (BBF), para dosen ini menyisihkan waktu untuk berlatih serius dalam waktu yang singkat demi terlaksananya upacara di hari bangkitnya pemuda Indonesia ini.

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Kutipan pidato Bung Karno tersebut menyiratkan bahwa jumlah saja tidak bisa menjadi jaminan yang cukup untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju namun dibutuhkan pemuda-pemudi yang unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.

Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).
Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).

Kesempatan ini juga menjadi ajang penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, Aprila Dwining Tyas yang berhasil meraih medali emas dan perak pada PON XIX Jawa Barat pada cabang olahraga arung jeram.

“Tidak menyangka anak kecil ini yang berhasil menang PON kemarin, saya kira mahasiswa lelaki yang badannya besar mengingat cabor yang diikuti arung jeram. Tapi ternyata strateginya besar, tak cukup kalo hanya punya kemampuan otot tapi juga otak,” tambahnya.

Aprila, mahasiswi program studi Akuntansi ini berhak mendapatkan beasiswa berupa pembebasan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 3 (tiga) semester mulai dari semester II sampai dengan semester IV.

“Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kepada kampus atas beasiswa yang membantu meringankan beban orang tua saya. Semoga bisa terus menjadi pemacu semangat kuliah,” tutur Aprila. (HDN/DN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY