MAGELANG – World Economic Forum (WEF) tahun 2015-2016 menyatakan bahwa daya saing Indonesia berada di peringkat 37 dari 140 negara. Sesama negara ASEAN, kita tertinggal dari Singapura di posisi ke-2, Malaysia di posisi ke-18 dan Thailand di posisi ke-32. “Indikator peningkatan daya saing terkait Iptek dan pendidikan tinggi yaitu pilar pendidikan tinggi dan training, kesiapan teknologi dan inovasi perlu ditingkatkan kembali,” tutur Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D.

Pada upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21, Rabu (10/08), Prof. Ali selaku Wakil Rektor Bidang Akademik berkesempatan menjadi pembina upacara membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Inovasi nasional menjadi pokok bahasan utama dimana perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.

“Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan produk inovasi,” tambahnya. Perguruan tinggi sebagai salah satu garda terdepan dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Hasil riset-riset perlu disinergikan dengan berbagai stakeholder sehingga dapat didorong menjadi produk-produk inovasi sehingga memberikan kontribusi dominan dalam pembangunan perekonomian bangsa.

Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 menjadi petugas upacara Harteknas ke 21 di UNTIDAR
Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 menjadi petugas upacara Harteknas ke 21 di UNTIDAR

Petugas Upacara dalam peringatan Harteknas ke-21 yang mengusung tema “Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa,” di UNTIDAR kali ini adalah UKM Pramuka atau dikenal dengan Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227. Tim upacara ini pernah mengikuti lomba Pengibaran Bendera dalam rangka Dies Natalis UNY pada Mei 2016 lalu. Tim paduan suara Grandio Sonora Tidar juga ikut andil dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri. (DN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY