MAGELANG – Sekelompok penari Dayakan membuka acara Pentas Seni Universitas Tidar, Rabu (11/05/2016). Anggota Bengkel Seni membawakan tari khas Magelang ini dengan kompak pada acara terakhir dari seluruh rangkaian Dies Natalis ke-2 UNTIDAR. “Ada 13 penari dan 8 pemusik dalam penampilan Dayakan kali ini“ kata Nurul Huda, Ketua Bengkel Seni.

Menurut “gudhel” panggilan akrabnya, walaupun sempat menemui beberapa kendala pada proses persiapan seperti keterbatasan waktu dan tempat latihan namun Bengkel Seni berusaha tampil maksimal pada malam pentas seni ini.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. berkesempatan memberikan sambutan sekilas tentang serangkaian acara Dies Natalis Ke-2. “Dibuka dengan pelepasan balon hadiah pada saat jalan santai pada Maret lalu, tidak terasa sekarang sudah tiba pada acara penutupan yaitu pentas seni,” katanya.

PENTAS SENI DIES NATALIS KE

Masing-masing fakultas menunjukkan kebolehannya dalam berbagai penampilan yaitu Musikalisasi Puisi 3 Bahasa (FKIP), Musik Perkusi (FE), Jaipong Mix Drama (FAPERTA), Full Boy Dance (FT) dan Drama Musikal Dangdut (FISIP).

Selain penampilan dari mahasiswa, dosen dan karyawan pun tidak mau kalah. Elang Band, grup beranggotakan dosen dan karyawan ini menunjukkan kemampuan bermain musik dan tarik suara. Elang Band Senior beranggotakan Drs. Hari Wahyono, M.Pd. (Bass), Drs. Whinarko Juliprijanto , M.Si. (Drum), Antoni Ilham, S.Kom (Rhytem) dan Ginanjar (Keyboard). Vokalis Elang Band senior terdiri dari Drs. Muhammad Asa’at Purba, M.Si. (FE), R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng. (Staff Ahli Rektor), Drs. Boediono, M.Pd. (FKIP), Riko Kusumo Brahmono, S.Sos. (BUK) dan Rektor UNTIDAR. Selain Elang Band Senior masih ada penampilan grup band lainnya yaitu The Dosen dan Elang Band Junior.

“Satu per satu penonton berkurang mungkin karena sudah terlalu malam, mungkin tahun depan bisa dilaksanakan siang atau sore hari saja,” tutur Dimas Armayudha, salah satu penonton.

Menurut keterangan dari panitia, penyelenggaraan pentas seni pada waktu malam hari dikarenakan menghindari “jam kosong” pada kegiatan perkuliahan. Selain penampilan seni, terdapat sesi khusus penyerahan hadiah Lomba Olahraga dan Olahraga yang telah dilaksanakan selama 2 bulan kebelakang. “Semua pemenang Lomba Melukis Tong Sampah yang diikuti siswa SMA/SMK Se-Karesidenan Kedu kami undang untuk penyerahan kembali Piala serta Piagam oleh Rektor secara langsung,” tutur Rangga Asmara, koordinator Lomba Melukis Tong Sampah.

Acara pentas seni ditutup dengan penampilan ketoprak dari Bengkel Seni dengan lakon Punakawan. Walaupun sudah larut malam, penampilan Nuruh Huda, Pambudi, Kukuh, dan Lancar sebagai Punakawan mampu membuat penonton terpingkal-pingkal.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY