MAGELANG – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sukses menampilkan drama berjudul “No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR. Pentas drama berbahasa Inggris yang melibatkan sekitar 80 orang mahasiswa semester 5 terinspirasi dari novel “Dan Bidadari Pun Mencintaimu” karya Ali Imron, S.S., M.Hum, penulis buku sekaligus dosen PBI/FKIP UNTIDAR.

“Inilah saat dimulainya revolusi ilmu keguruan dan pendidikan Bahasa Inggris khususnya di UNTIDAR dengan muatan sastra positif. Sastra yang membangun karakter mahasiswa dan mendukung pengajaran Bahasa Inggris,” kata Ali yang populer dengan nama pena, Ali Imron El Shirazy.

Menurutnya, praktek drama dalam kegiatan perkuliahan mendukung pemahaman mahasiswa sampai diatas 70%. Pentas drama ini merupakan implementasi hasil akhir mata kuliah literary appreciation yang ditempuh pada semester 4 lalu. Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut dapat mengapresiasikan sastra dalam konteks perbandingan nilai moral sastra Indonesia dan Inggris. Apresiasi yang dimaksud adalah mencerna sastra tersebut kemudian mengalihkannya dalam wahana lain. “Contohnya dari novel diapresiasikan ke dalam bentuk pentas drama seperti ini,” tambahnya.

Ali Imron El Shirazy (kanan) saat memberikan apresiasi kepada para mahasiswanya yang mampu tampil maksimal dalam pementasan drama.
Ali Imron El Shirazy (kanan) saat memberikan apresiasi kepada para mahasiswanya yang mampu tampil maksimal dalam pementasan drama.

Drama “No Me Ames No Se Puede” yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah “jangan cintai aku jika itu mustahil” ini menceritakan tentang kehidupan yang berlatarbelakang lingkungan pesantren. Diperankan 3 tokoh utama yaitu Sherly Briliantika (Pelangi), Arif Budianto (Ghozali) dan Ahmad Abi (Guntur) drama ini menceritakan kisah Pelangi yang jatuh hati kepada Ghozali, seorang pemuda yang alim dan pandai. Namun, Guntur selalu berusaha memisahkan mereka berdua dengan membuat rumor negatif tentang Ghozali agar Pelangi mulai menjauhinya. Di lubuk hati yang paling dalam, Ghozali pun jatuh hati kepada Pelangi namun, masa lalunya yang kelam membuatnya rendah diri untuk berani membuka hati untuk wanita sempurna sepertinya.

“Persiapan sekitar 2-3 bulan. Walaupun sangat sulit untuk mempertemukan semua anggota untuk latihan bersama namun penampilan teman-teman sudah maksimal malam ini,” kata Erlinda Putri Purnamasari, sutradara pentas drama. Ratusan penonton menyaksikan drama yang dimulai pukul 19.00 WIB ini tak hanya berasal dari kalangan internal UNTIDAR, drama ini juga ditonton oleh khalayak umum dari sekitar kampus. Disela-sela drama, dibagikan beberapa doorpize yang dipandu pembawa acara kocak yang mampu memeriahkan suasana.

Beberapa penonton drama pada pentas "No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR.
Beberapa penonton drama pada pentas “No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR.

Pentas drama yang direncanakan dijadikan agenda tahunan ini ditanggapi positif oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. “Mahasiswa dapat bebas berkespresi. Acara semacam ini akan didukung penuh oleh Fakultas untuk kedepannya bahkan dimasukkan dalam agenda rutin fakultas,” pungkasnya. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY