Tiga minggu pasca pesta demokrasi Pemilu Raya Universitas (Pemira) Universitas Tidar Magelang, Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) melaksanakan acara pelantikan Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Presiden Mahasiswa beserta jajarannya yang terpilih 2 Juli lalu melalui jalur pemungutan suara tradisional ala pemilu Nasional. Pemira yang dilaksanakan di pintu masuk utama kampus tersebut menjaring 297 suara mahasiswa dari keseluruhan 1300 mahasiswa aktif yang memiliki hak pilih, berbekal 9 orang anggota, KPRU membuka tenda pemilihan sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Dengan 38,61% dari keseluruhan mahasiswa, penghitungan pun dilakukan pada sore harinya secara langsung setelah kegiatan pencontrengan ditutup. Terdapat 3 calon dari 4 partai dalam event setahun sekali ini, calon presiden dan wakil presiden mahasiswa yang pertama diusung Partai PIS yaitu Sobiin dan Masna Abdulloh, kemudian pada nomor urut dua Partai GANDEM mengusung Andika Bangun Manggala dan Muhammad Khabib Baiturrohman dan koalisi Partai PMMI dan PPSM yang menjadikan Arifin dan Maryatul Qibtiyah sebagai ujung tombaknya. Proses penghitungan yang cukup cepat menghasilkan kurang lebih 110 suara rusak, sehingga hanya sisanya yang bisa “terhitung”. Didampingi saksi-saksi dari masing-masing partai, maka ditetapkanlah pasangan Sobiin Masna atau yang lebih dikenal dengan BIMA sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta Agus Cahyono sebagai Ketua BLM untuk periode 2012/2013. Sehingga pada hari ini dilantiklah para pemimpin baru tersebut oleh Rektor Universitas Tidar Magelang Prof. DR. Cahyo Yusuf, M.Pd dengan membacakan ikrar dan penyerahan bendera BEM secara simbolik disaksikan oleh puluhan aktivis kampus yang diundang di ruang Multimedia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan tersebut. Di sela-sela sambutannya, bapak Rektor menegaskan permasalahan pembatasan zona untuk seluruh fungsionaris kampus, “mahasiswa sah-sah saja meng-advokasi kebijakan kami, namun jangan terlalu berlebihan hingga urusan kuliah malah terlupakan gara-gara sibuk mengurusi rektorat, toh keseluruhan kegiatan kami 99% muaranya adalah untuk mahasiswa”. Nampaknya pesan beliau memang perlu direnungkan mengingat realita di kampus yang kebanyakan didominasi mahasiswa semester “melayang” yang sebagian besar pula menjadikan kampus atau kegiatan kampus sebagai alasan mengapa mereka molor wisuda. Disambut tangan-tangan dan otak-otak baru, mari kita sambut Kabinet baru UTM, kampus ini bukan seperti plastisin hangat yang mudah dibentuk-bentuk menjadi apapun, kampus ini adalah sebuah gua gelap berdinding keras yang memiliki banyak lubang, dalam dan memiliki suara-suara misterius yang kadang menggemakan suara kita sendiri hingga menyobek genderang telinga. Selamat datang pak masinis baru, dengan gerbong dan rel baru serta arah dan tujuan baru pastinya, Hidup Mahasiswa! (Diposkan oleh Bangkit Nuvola di 09.21)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY