Panitia Maffest Putar Film Indie di Delapan Titik

Parade Layar Rakyat digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni Untidar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Magelang Film Festival yang merupakan perhelatan lingkup nasional di bidang perfilman independen Indonesia. Parade Layar Rakyat mengambil lokasi se-Magelang raya dengan konsep layar tancap, sebuah tradisi rakyat dalam menikmati karya sinema, meskipun budaya tersebut mulai luntur. " Dengan kemasan layar tancap dalam Parade layar Rakyat ini, bertujuan untuk menghidupkan nonton layar tancap yang dulu sempat menjadi tradisi dan populer di masyarakat. Karenanya di 8 lokasi Parade layar rakyat, kami memilih tempat di lapangan terbuka atau tempat parkir yang luas, karena menggunakan layar tancap besar". ucap Lurah bengkel seni Untidar Kury Yusuf.

Film Indie tersebut akan dipertontonkan kepada masyarakat melalui Parade Layar Rakyat, digelar di 8 lokasi yaitu Kampus Untidar, Tegalrejo, Grabag, bandongan, Muntilan, halaman parkir Borobudur, Alun-alun Kota Magelang, dan Halaman Parkir Taman Kyai Langgeng.  Pembukaan Parade Film rakyat tanggal 17 Agustus, dengan lokasi kampus Untidar, selanjutnya dilaksanakan di 7 titik lainnya selama 1 minggu ke depan. Film diputar pada malam hari pukul 19.30 WIB. menyasar seluruh lapisan masyarakat karena cerita yang dibawakan memang kebanyakan permasalahan sosial', jelas Kury.

Kury mengatakan, Magelang Film Festival sendiri bertujuan sebagai wadah apresiasi film independen (indie), dengan sasaran sineas se-Indonesia. Kualitas film Indie pun tidak kalah dengan film industry yang lebih komersil.  Oleh karenanya Bengkel Seni melakukan promosi gencar kepada seluruh komunitas film Indie se-Indonesia, hasilnya sebanyak 80 karya film indie sudah  masuk ke meja panitia.

Magelang Film festival adalah ajang kompetisi, dimana penghargaan didalamnya ada 7 kategori film dengan apresiasi tertinggi mendapatkan Piala Paku Tidar. Peserta selain lingkup lokal juga nasional, seperti Padang, Bangka, dan Makasar juga sudah mengirimkan filmnya. Total film yang sudah masuk ada 80 karya film. Dengan dipertontonkan karya sineas film indie ke masyarakat secara langsung, diharapkan dapat membangun kultur perfilman di magelang yang selama ini terkesan jalan di tempat. "Diharapkan kegiatan Parade Layar rakyat juga mampu merangsang lahirnya sineas muda dari Magelang yang produktif dengan karya yang berkualitas", tandas Kury.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY