OREO PAMSHU UNTIDAR MENANGI PHBD DIKTI

Universitas Tidar kembali menorehkan prestasi. Kali ini Umi Setiya Rini, Aryani Mawadah, Nur Halimah, dan Kariana Febri Susanti memenangi Program Hibah Bina Desa (PHBD) tahun 2015. Keempat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris semester dua ini memenangi hibah dana dari Dikti sebesar Rp 40 juta karena berhasil mengubah ampas tahu menjadi pakan organik. Proposal yang berjudul “Oreo Pamshu” (Oreochromis Niloticus dengan Pakan Ampas Tahu) dan Sistem “Bank Limbah” (Pemberdayaan Masyarakat Duafa melalui Budidaya Ikan Nila dengan Pakan Organik dari Daur Ulang Limbah Ampas Tahu di Desa Ngaditirto, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung) ini berhasil menembus seleksi praproposal, proposal, dan presentasi yang cukup ketat.

Dari 172 praproposal yang lolos, diseleksi kembali menjadi 92 proposal yang berhak mengikuti seleksi terkahir yaitu seleksi presentasi proposal. Menurut pembimbingnya, Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, tim ini cukup percaya diri ketika dicerca beberapa pertanyaan oleh tim reviewer ketika mempresentasikan isi proposalnya di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, 11-12 Juni 2015. Dari 14 proposal (12 perguruan tinggi) yang dipresentasikan di Jogja, Universitas Tidar mampu meraih hibah tertinggi bersama Universitas Muria Kudus dengan Rp 40 juta.   

Ide untuk mengembangkan pakan organik dari daur ulang limbah ampas tahu ini berawal dari observasi di sekitar Desa Ngaditirto banyak berdiri pabrik tahu. Di satu sisi, keberadaan pabrik tahu ini mampu memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar termasuk masyarakat duafa, namun di sisi lain menimbulkan pencemaran lingkungan. Selama ini belum banyak upaya dari masyarakat sekitar untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik tahu. 

Pakan ikan dari daur ulang ampas tahu juga relatif mudah diusahakan karena dari bahan dasar yang sederhana. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan organik ikan, juga sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, dan bau. Jenis pakan organik ini dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkatkan kualitas produk ikan.

Luaran yang diharapkan dari program ini meliputi (1) dihasilkannya manual (booklet) mengenai mekanisme/ekspos pembuatan pakan organik dari daur ulang limbah ampas tahu. (2) Tercapai target hardskill dan softkill yang dikuasai masyarakat duafa dalam mengolah, membudidaya, dan memasarkan produk PHBD yaitu ikan nila dan pakan ampas tahu (Oreo Pamshu). (3) Terpublikasi melalui artikel ilmiah dan poster dalam seminar atau workshop di perguruan tinggi. (4) Terpublikasi produk PHBD ini melalui media cetak, media dengar, dan media internet agar makin dikenal luas oleh calon konsumen (masyarakat). (5) Terbentuk organisasi kemasyarakatan pengelola, penerus, dan pengembang program Oreo Pamshu dengan sistem bank limbah.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY