Beberapa mahasiswi anggota BEM KM sedang melayani pembeli. Menu yang ditawarkan adalah es buah seharga Rp 4000

MAGELANG – Mencari kegiatan positif di sela-sela perkulihan, beberapa mahasiswa UNTIDAR mencoba peruntungan mereka dalam berwirausaha yaitu berjualan takjil atau menu buka puasa di Alun-alun Kota Magelang.

“Tujuannya untuk melatih memasarkan produk dan tentunya mendapat keuntungan,” tutur Khofsoh, salah satu penjual takjil dari kelompok IbK UNTIDAR.

Mahasiswa IbK sedang menjual brownies ke salah satu pengunjung di Alun-alun Magelang.
Mahasiswa IbK sedang menjual brownies ke salah satu pengunjung di Alun-alun Magelang.

Selain IBK, ada juga BEM KM, Himagro, dan Grandio Sonora Tidar yang juga ikut meramaikan pasar takjil dadakan yang ada selama Bulan Ramadhan ini. Mahasiswa sudah memulai berjualan takjil dari hari pertama puasa, Senin (06/06/2016) di sepanjang trotoar dari depan Klenteng sampai Bank Jateng.

“Khusus BEM KM, laba menjual es buah ini kami kumpulkan untuk bakti sosial,” tutur Oke Amar Saputra, Humas BEM KM.

Menu Takjil yang dijual oleh kelompok paduan suara Grandio Sonora Tidar.
Menu Takjil yang dijual oleh kelompok paduan suara Grandio Sonora Tidar.

Menu yang ditawarkan pun beragam mulai dari es dawet, es buah, gorengan, jenang mutiara, kolak, puding, donat, brownies, susu jagung, dan masih banyak lainnya. Beberapa diantaranya mengganti menu julan tiap 2 atau 3 hari sekali. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong mahasiswa berkisar Rp 600 – Rp 4000. Selain berjualan di alun-alun, mahasiswa penjual takjil ini juga kebanjiran order dari sesama UKM yang mengadakan buka bersama.

Persiapan dimulai sekitar pukul 3-4 sore. Setelah persiapan selesai, biasanya ada pembagian tugas untuk berkeliling menjual takjil atau menjaga stand masing-masing. Masing-masing kelompok ormawa UNTIDAR ini memiliki style masing-masing. Kelompok paduan suara, Grandio Sonora Tidar (GST) memilih lokasi di lampu merah depan Masjid Agung Magelang. Ketika lampu bewarna merah, beberapa anggota menjajakan daganganya kepada pengendara yang sedang berhenti sedangkan yang lainnya mengawasi jika waktu lampu merah hampir habis. “Itung-itung cari tambahan buat ke Italia,” kata Ginanjar.

GST mendapat undangan untuk mengikuti kompetisi paduan suara ke Italia pada Juni 2017. Setelah tahun kemarin gagak berangkat karena kurang dana. Maka tahun ini mereka berusaha keras untuk mencari dana salah satunya dengan berjualan takjil ini.

Universitas Tidar mendukung mahasiswa yang berkeinginan berwirausaha. Selain mendapatkan keuntungan, lewat berbagai kegiatan wirausaha seperti berjualan takjil ini mahasiswa berlatih bagaimana berhadapan langsung dengan konsumennya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY