Dr. R. Achmad Gambiro Kolonel Purnawirawan, Rektor Universitas Tidar ke-3 periode 1985-1995 (Tengah) sedang menceritakan pengalamannya sewaktu masih aktif bersama Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd (Kanan) rektor Untidar saat ini. dan Prof. Dr. Sukarno, M.Si. (Kiri), Dekan FKIP.

MAGELANG – Senyum ramahnya menyambut kedatangan rombongan Universitas Tidar, badannya masih segar dan tegap, beliau adalah Dr. R. Achmad Gambiro Kolonel Purnawirawan. Rektor Universitas Tidar Magelang ke-3 (1985-1995) ini masih bersemangat bercengkerama dan berbagi cerita mengenai sejarah Universitas Tidar Magelang, Rabu (30/03/2016) di Rumah Dinas Taman Kelud 1 Sampangan Semarang, kediamannya sekarang. Anjangsana Rektor ini masih dalam rangkaian Dies Natalis ke-2 UNTIDAR.

“Tidar itu merupakan nama terhormat. Tidar itu Tunas Indonesia Raya,” tutur Gambiro. Keberadaan sebuah perguruan tinggi di Magelang pada saat itu diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan pendidikan tingkat lanjut yang menghasilkan “tunas-tunas” untuk pembangunan Indonesia. Tidar merupakan human resources development implementation yang bertujuan menghasilkan tenaga sipil, pemerintah maupun taruna akmil yang kebetulan juga berada di Magelang yang hebat dari sisi akademik. “Kewenangan juga butuh kemampuan, begitu juga sebaliknya. Maka itu saya selalu mendukung teman-teman untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor saat ini, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd memaparkan perkembangan UNTIDAR baik secara pembangunan fisik maupun jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Gedung SD Inpres Potrobangsan yang dulu menjadi cikal bakal UNTIDAR telah berubah menjadi gedung Fakultas Ekonomi yang terdiri dari 4 lantai lengkap dengan balkon yang diresmikan Januari lalu. “Dulu saya hanya dapat gedung SD bobrok untuk dijadikan perguruan tinggi, sekarang anda sudah punya gedung megah, harapannya perjuangan membesarkan Universitas Tidar juga semakin baik,” tutur Pak Gambiro, panggilan akrabnya yang tahun ini menginjak usia ke-86 tahun.

Pada kesempatan “temu kangen” kali ini, Rektor yang terkenal tidak pernah marah dan hobi makan ini berbagi resep cara menjaga kesehatannya. “Among roso, among rogo, lan ojo dumeh,” jelasnya. Segala sesuatu itu berasal dari rasa, disinilah sumber awal dari segala penyakit. Bertambahnya usia tidak boleh menghentikan aktifitas olahraga, hanya saja harus disesuaikan dengan kemampuan jasmaninya. Selalu menjadi diri sendiri, jujur pada diri sendiri atas kemampuan yang dimiliki jangan membohongi diri sendiri dengan sikap sombong.

Walaupun singkat, pertemuan dengan Pak Gambiro menambah wawasan sejarah UNTIDAR. Pemilihan nama “Tidar” pada Universitas Tidar Magelang bukan semata-mata diambil dari keberadaan bukit Tidar di Kota Magelang yang sering juga disebutkan sebagai paku-nya tanah Jawa. Tidar merupakan akronim dari Tunas Indonesia Raya yang menyimpan tujuan besar yaitu menjadikan Universitas Tidar Magelang khususnya dan kota Magelang sebagai tempat bermunculannya tunas-tunas bangsa yang bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik di masa depan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY