Menristek Tanam Pohon di Areal Pengembangan Untidar

Magelang, Antara Jateng – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan penanaman bibit pohon penghijauan di areal pengembangan Kampus Universitas Tidar, di kawasan Sidotopo, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa.    

"Penanaman pohon penghijauan ini sama dengan menanam kehidupan. Kalau menanam kehidupan sehingga perlu memelihara dengan baik sebagai bagian merawat kehidupan kita," katanya di Magelang, Selasa.

Hadir pada kegiatan dalam rangkaian Munas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia IX hingga Minggu (24/1) itu, antara lain Rektor Untidar Cahyo Yusuf, Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman, dan Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Dwi Yuwono Puji Sugiharto, serta perwakilan mahasiswa peserta Musda BEM SI IX.

Pengelola Untidar mendapatkan hibah dari Pemerintah Kota Magelang berupa areal seluas sekitar lima hektare di kawasan Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara, yang rencananya untuk membangun gedung rektorat, auditorium, kampus Fakultas Kedokteran, Politeknik, dan klinik kesehatan berbasis herbal.

Ia mengemukakan pentingnya pepohonan di kawasan itu mendapatkan perawatan secara optimal. Beberapa bibit pohon yang ditanam pada kesempatan itu, antara lain gayam, mahoni, dan trembesi.

"Kalau sudah ditanam dengan baik, jangan dipotong atau dicabut. Anggaplah ini bagian kehidupan kita," katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengharapkan pengelola Untidar mewajibkan para mahasiswa baru juga melakukan penanaman pohon di kawasan setempat, terutama sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan mengatasi persoalan pemanasan global.

"Semoga menjadi kampus yang memperhatikan masalah konservasi lingkungan, dengan mahasiswa yang baik, dan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing dalam era global," katanya.

Rektor Untidar Cahyo Yusuf mengatakan beberapa waktu lalu, para rektor yang kampusnya berada di kawasan Daerah Aliran Sungai Progo, Opak, dan Serayu juga melakukan penanaman bibit pohon di areal setempat yang kemudian diberi nama "Hutan Rektor".

Lokasi penanaman bibit pohon penghijauan terkait dengan Munas BEM SI IX (18-24 Januari 2016), katanya, bisa diberi nama "Hutan BEM".

"Ini bisa menjadi kebanggaan untuk mahasiswa karena telah menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan dan penanganan masalah pemanasan global," katanya.

http://www.antarajateng.com/detail/menristek-tanam-pohon-di-areal-pengembangan-untidar.html

1 COMMENT

LEAVE A REPLY