MAHASISWA FAPERTA UNTIDAR KULIAH LAPANGAN KE BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL, BADAN LITBANG KESEHATAN, KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Salah satu rencana pengembangan Untidar sebagai perguruan tinggi negeri adalah membuka Fakultas Kedokteran berbasis herbal. Wilayah Magelang dan sekitarnya dilimpahi aneka bahan baku jamu yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan manusia. Lebih-lebih jika bahan baku jamu diproduksi secara organik, tak hanya dikonsumsi saat sakit tetapi juga dikonsumsi secara rutin dan dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit. Konsumen jamu terus meningkat, sehingga kebutuhan bahan baku jamu di pasar juga meningkat.

Fakultas Pertanian menangkap peluang tersebut untuk mengembangkan komoditas jamu lokal yang bahan bakunya banyak diserap pasar, sehingga penting bagi dosen dan mahasiswa  melakukan  kunjungan ke Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat Tradisional Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Tawangmangu dalam rangka untuk mengetahui produksi jamu mulai dari hulu sampai ke hilir. Dengan harapan Dosen dan mahasiswa peserta fieldtrip akan mendapatkan informasi tentang pengelolaan tanaman bahan baku obat, sehingga dapat mengembangkannya di Untidar baik sebagai pengembangan materi kuliah maupun praktikum, termasuk penelitan dan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu kegiatan ini dapat ikut mendukung rencana pengembangan Untidar.

14 mahasiswa semester 6 dan 10 orang dosen Fakultas Pertanian , Kamis dan Jumat 7 dan 8 Mei 2016 berkunjung ke BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL, BADAN LITBANG KESEHATAN,  KEMENTERIAN KESEHATAN RI. Kegiatan bertujuan untuk menambah wawasan dosen dan mahasiswa tentang tanaman obat dan obat tradisional  dari  hulu sampai hilir, memotivasi dosen dan mahasiswa berwirausaha di sektor tanaman obat, menambah informasi tentang dunia kerja di sektor  pertanian, dan mengembangkan  10 macam  bibit tanaman obat potensi  Magelang di  Untidar sebagai embrio wirausaha bibit tanaman obat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Dosen dapat mengembangkan materi kuliah , praktikum, penelitian dan Pengabdian kepada  Masyarakat  dalam mendukung pengembangan tanaman obat dan menerapkannya di wilayah Magelang.

Sementara Mahasiswa mampu mengembangkan  pembibitan tanaman obat  di lingkungan fakultas sebagai embrio wirausaha bibit tanaman obat

Hari pertama dosen dan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, penjelasan tentang budidaya tanaman obat, peninjauan langsung ke kebun tanaman obat, lalu melakukan diskusi mengenai pemantapan pengembangan tanaman obat di lingkungan Untidar. Di hari kedua dosen dan mahasiswa melakukan peninjauan pengelolaan pasca panen bahan baku obat, peninjauan pembuatan obat tradisional dan peninjauan outlet penjualan obat. 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY