MAGELANG – Prof. Chayan Picheansoonthon, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasarakham sekaligus salah satu penasehat Raja Thailand, berkunjung ke Universitas Tidar, Rabu (06/04/2016). Perjalanannya ke Indonesia kali ini dalam rangka menyusun monografi tanaman obat Thailand yang akan dipersembahkan kepada Permaisuri Raja Thailand, Ratu Sirikit yang berulang tahun pada bulan Agustus nanti.

“Beberapa tanaman obat adalah tanaman asli Indonesia seperti kayu manis dan kemukus,” kata Chayan.

Chayan mengunjungi kebun Bedono, wilayah Jambu, Kabupaten Semarang untuk melihat langsung pohon kayu manis dan kemukus serta proses pengolahannya. Sebelum menuju Borobudur, anggota The Royal Society of Thailand ini mengunjungi UNTIDAR. Kehadirannya disambut Ketua LPPM-PMP, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D., Staf Ahli Rektor, R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng., serta perwakilan dari masing-masing fakultas di kantor LPPMP-PMP.

“Pertemuan ini merupakan rintisan awal untuk menjalin kerja sama antara UNTIDAR dengan Universitas Mahasarakham”, tutur Usman.

thailand 2

Menurut penuturan Chayan, Thailand memfokuskan pengembangan program pendidikannya pada tiga aspek yaitu engineering, agriculture dan education. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk pengadaan kerja sama diluar bidang tersebut seperti sosial, politik, budaya atau bidang lainnya.

Membangun jejaring kerja sama baik domestik maupun internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja UNTIDAR di era global. Sebelumnya, pada September 2015 lalu, UNTIDAR juga dikunjungi oleh Frank B. Matta, Ph.D., Profesor Hortikultura dari Missisippi State University, Amerika Serikat. Pertemuan tatap muka langsung dengan universitas dari luar negeri ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama khususnya untuk pengembangan mutu pendidikan UNTIDAR.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY