MAGELANG – Balai Diklat Kepemimpinan Magelang bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mengadakan acara kuliah sehari, Kamis (17/03/2016). Materi yang disampaikan seputar kegiatan di Kementrian Keuangan. Kuliah dilaksanakan di lantai 2, gedung Fakultas Ekonomi dengan peserta kuliah dari mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan. “Kegiatan hari ini merupakan rangkaian diklat peningkatan kompetensi public speaking for profesional leader bagi pejabat di kalangan Menkeu. Para peserta diklat dilatih untuk mampu berbicara di depan khalayak banyak, menyampaikan materi serta memotivasinya,” tutur Anton Suharyanto, S.E., M.M. selaku salah satu widyaiswara madya Balai Diklat Kepemimpinan Magelang.

Ahmad Wiyoso, S.E., M.M. salah satu peserta Diklat Kepemimpinan sedang memberikan materi mengenai pengelolaan kas negara, Kamis (17/03/2016). Beliau merupakan Kasi Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.
Ahmad Wiyoso, S.E., M.M. salah satu peserta Diklat Kepemimpinan sedang memberikan materi mengenai pengelolaan kas negara, Kamis (17/03/2016). Beliau merupakan Kasi Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.

Diklat public speaking for profesional leader merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Kepemimpinan untuk meningkatkan kompetensi public speaking khususnya dalam menjalankan perannya sebagai pejabat diwilayahnya masing-masing sehingga mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan anggotanya dengan lebih baik serta mampu berinteraksi dengan masyarakat luas pada umumnya. Peserta diklat adalah pejabat di Kemenkeu dari seluruh Indonesia. Terdapat kriteria tertentu yang harus dipenuhi dengan kuota yang dibatasi pula sebanyak 30 peserta tiap angkatannya. Angkatan ke-4 Tahun 2016 ini melaksanakan diklat pada 14-20 Maret 2016 di Balai Diklat Kepemimpinan, Alun-alun Magelang,

Public speaking yang diajarkan bukan seperti halnya pembawa acara atau berpidato tapi lebih kepada bagaimana mengolah pesan sehingga dapat diterima dengan jelas dengan menggunakan bahasa yang sederhana,” jelas Hindri Asmoko, Ak., M.Si., widyaiswara madya lainnya. Pengajar atau pendidik di Balai Diklat Kepemimpinan dikenal dengan sebutan widyaiswara sedangkan untuk wilayah Magelang terdapat 8 orang yang terdiri dari widyaiswara utama dan widyaiswara madya.

Selain sebagai ajang “praktik” bagi peserta diklat, acara kuliah sehari ini juga diharapkan memberi manfaat untuk para audiensnya. Peserta diklat memberikan wawasan mengenai tugas-tugas Kementrian Keuangan serta memberi motivasi leadership untuk bekal pengembangan. Beberapa topik yang disampaikan seputar bea cukai, APBN, pengelolaan kas negara, e-Filing, SBN Ritel, pelayanan lelang, dan tugas Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Selain itu juga disampaikan topik seputar kehidupan sehari-hari mahasiswa salah satunya mengenal Narkoba.

Sebagai hasil akhir dalam diklat yang dilaksanakan selama seminggu, peserta diharap mampu merubah mindset masyarakat mengenai instansi “ekslusif” ini. “Sejatinya kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dengan berinteraksi dan berbagi pendapat misalnya mengenai pajak atau bea cukai dan kontribusi masyarakat terhadap kemajuan pembangunan di Indonesia,” tutup Anton Suharyanto.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY