Komitmen THF Mengawal Penegerian UTM

Individu dapat dikatakan sukses jika sudah berhasil memberikan manfaat bukan hanya bagi diri sendiri dan orang-orang terdekatnya melainkan juga bermanfaat bagi daerah asal individu tersebut lebih luas lagi bagi negara dan bumi tercinta. Hal inilah yang menjadi dasar Tidar Heritage Foundation (THF) didirikan.

THF didirikan pada tahun 2006 oleh putra-putra terbaik yang lahir di sekitar gunung Tidar, Magelang. Yayasan ini tidak berorientasi laba. Kekayaan legenda Gunung Tidar dan Candi Borobudur serta kekayaan di daerah Magelang dan sekitarnya yang menjadi pendorong utama pendirian yayasan ini.

Prof. Komaruddin Hidayat yang merupakan salah satu pendiri yayasan THF, dalam wawancara dengan The President Post mengatakan bahwa THF didirikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Magelang.

THF mulai dengan mendukung program pemerintah setempat untuk mengembangkan Magelang. "Kami mencoba mendengarkan apa yang menjadi agenda pemerintah, kemudian apa yang bisa kerjasama dengan kami. Minimal kami berkawan, bukan menjadi kompetitor pemerintah, melainkan mitra yang ingin membantu," ungkap Komaruddin yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lebih lanjut Komaruddin menjelaskan bahwa di Magelang banyak terdapat SMA akan tetapi untuk berkuliah kebanyakan terserap di Jogja dan Semarang.

"Kami ingin membangun universitas yang bagus di Magelang. Dimulai dari berusaha untuk me-negeri-kan UTM (Universitas Tidar Magelang). Sekian hektar tanah sudah dibebaskan. Semoga sebelum Agustus sudah bisa disetujui oleh Presiden," jelas Komaruddin.

Menurutnya, dengan adanya Perguruan Tinggi Negeri maka akan semakin banyak orang yang datang ke Magelang dan juga akan mendukung Perguruan Tinggi Swasta di sekitarnya.

Dengan begitu ekonomi Magelang akan berkembang, kata Komaruddin. Ekonomi yang berkembang adalah ekonomi yang meningkatkan perbaikan hidup rakyat setempat. "Ekonomi berkembang maka pendidikan maju, begitu juga sebaliknya," katanya.

Menurutnya, membangun masyarakat dan bangsa harus dengan membangun lembaga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Pendidikan yang bagus adalah yang mempunyai akar di masyarakat, yang dapat membangun nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.

"Kita ini anak kandung budaya, lahir sampai meninggal kita dibentuk oleh budaya, mestinya jangan mengotori budaya. Kita boleh membuka diri terhadap budaya lain, tetapi jangan sampai mengotorinya dengan terlalu banyak berburu budaya lain sehingga budaya sendiri dilupakan," terangnya.

Kedepannya, THF memiliki banyak hal yang ingin dicapai untuk semakin memajukan daerah Magelang. "THF punya mimpi besar tapi dimulai dari langkah nyata setapak demi setapak sehingga ketika kita melangkah mantap dan hasilnya nyata," ujar Komaruddin.

Selain Prof. Komaruddin Hidayat, para pendiri THF lainnya adalah Hendarman Supandji, Prof. Budi Susilo Supandji, Prof. Bambang Pranowo, Mayjen (Purn) Bachrul Ulum, Brigjen (Purn) Sutriman, Sarwediono dan S.D. Darmono (Ketua PATA Indonesia Chapter). Mereka sangat unggul dalam bidang kerjanya masing-masing dan juga menjalani ajaran-ajaran spiritual dan sangat menaruh perhatian pada kelestarian alam, memiliki pandangan bahwa kedamaian di dunia bisa ditemukan dengan cara mencintai alam, budaya dan ajaran spiritual.

Para pendiri Tidar Heritage Foundation (THF) telah membuat misi untuk mempromosikan dan melestarikan Warisan Budaya yang berkembang di sekitar Gunung Tidar beserta keindahan alam sekitarnya kepada dunia sebagai suatu cara mendukung perdamaian dan harmoni melalui pariwisata, budaya dan sebagai pusat pembelajaran lintas agama, memajukan pendidikan serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang kurang mampu (JFS/TPP).

http://thepresidentpostindonesia.com/?p=3692

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY