MAGELANG – CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menekankan bahwa setiap orang sukses pasti mempunyai destiny atau tujuan hidup yang jelas. “Pelajari, pahami lalu tentukan destiny hidupmu. Selanjutnya bekerja keraslah dalam mewujudkannya,” kata Hary.

Keinginannya bergelut dalam pasar modal saat remaja dahulu, membuat anak bungsu dari 6 bersaudara ini tahu betul hal apa saja yang harus dilakukannya untuk mewujudkannya. Pada suatu waktu, Hary remaja yang saat itu malas belajar dan gemar balap motor mengaku insaf. “Awalnya hanya karena ingin lulus kuliah lebih cepat dari kakak saya. Maka saya mulai membiasakan diri rajin belajar. Lama-lama malah rajinnya berlebihan,” tambahnya.

Tidak hanya rajin, speed, quality, disiplin serta konsekuen dalam melakukan tiap usaha menghantarkannya pada kesuksesan memimpin 35.000 pegawai dibawah naungan MNC Group yang terdiri dari 110 perusahaan baik lokal maupun internasional.

Sukses itu tidak ditentukan dari latar belakang keluarga “berpunya” atau tidak. Semua tergantung seberapa besar usaha masing-masing individu. Sukses tidak bergantung lama bekerja tapi juga memperhatikan timing dan speed yang tepat. “Jack Ma mendobrak kebiasaan transaksi jual beli tradisional ke arah digital dengan mendirikan e-commerce alibaba.com tahun 1999 lalu. Walau sempat mengalami kendala, kini alibaba.com menduduki tempat keempat perusahaan teknologi paling kaya sedunia setelah Apple, Google dan Microsoft,” kata Hary.

Mengusung tema “Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global”, kuliah umum pada Senin (05/09) di auditorium UNTIDAR ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari mahasiswa, karyawan dan dosen. Menurut CEO yang memulai karirnya 27 tahun lalu ini ekonomi Indonesia belum siap menghadapi era global. Bukannya pesimis namun masyarakat belum siap. Terutama penggerak ekonomi dari daerah. “Jika roda ekonomi tiap daerah berjalan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan membuat roda perekonomian nasional juga baik,” jelasnya.

Selain itu, semua industri diseluruh dunia sudah tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan era digital yang semakin canggih. Jarak dan waktu dapat diatasi dengan mudah dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada pada saat ini.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengapresiasi kesediaan Hary Tanoesoedibjo menjadi narasumber pada kuliah umum kali ini. “Sosok pengusaha sukses seperti Hari Tanoesudibjo ini saya harap dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi mahasiswa UNTIDAR. Harapannya jika lulus nanti tidak melulu menjadi pegawai tapi bisa menjadi pengusaha,” tuturnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. bersama Hari Tanoe dan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dari MNC Group.
Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. bersama Hari Tanoe dan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dari MNC Group.

Dalam kesempatan ini, Hari Tanoesudibjo mewakili MNC Group memberikan beasiswa dengan total Rp 25 juta kepada 25 mahasiswa terpilih UNTIDAR. Beasiswa ini diharapkan mampu membantu kelancaran perkuliahan mahasiswa serta memotivasi mereka untuk lebih rajin belajar lagi. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY