MAGELANG – Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Universitas Tidar mengadakan acara Grand Opening UKAI Mengajar pada Senin (14/03/16) di Masjid Mambaul Ulum. Acara ini merupakan tahap perkenalan dan ajang sharing antara pendidik dan anak didik yang turut serta didampingi walinya mengenai kegiatan UKAI Mengajar yang dilaksanakan di Mushola At Taqwa Tuguran.

UKAI Mengajar adalah salah satu program dimana mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam UKAI mengajar mengaji dan pendidikan keagamaan lainnya serta memberi bimbingan belajar (bimbel) kepada anak-anak usia TK – SD yang tinggal di sekitar Tuguran. Sebelumnya kegiatan ini sudah berlangsung 2-3 kali dalam seminggu yang dilaksanakan pada sore hingga malam hari di Mushola At Taqwa. Seiring bertambahnya anak didik dan respon masyarakat yang mendukung keberlangsungan kegiatan ini maka UKAI merasa perlu adanya regenerasi dan penyusunan sistem yang baru. “Ada sekitar 20 pendidik yang siap diterjunkan. Mereka sebagian besar adalah mahasiswa semester 2 dari berbagai jurusan di Untidar,” tutur Supardianto selaku Ketua Panitia.

Kegiatan ini juga merupakan wujud pengabdian yang dilakukan mahasiswa Untidar kepada masyarakat sekitar kampus. “Pendidikan agama itu penting ditanamkan kepada anak-anak sedini mungkin. Bapak dan Ibu berkewajiban memberi pendidikan agama kepada anak-anaknya dan kami (UKAI) berusaha membantunya,” jelas Dr. Farikah, M.Pd selaku Pembina UKAI Untidar yang juga memberikan materi. Bekal agama yang kuat akan membentuk pribadi yang siap menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin bebas.

UKAI Mengajar dengan format yang baru baik pendidik maupun sistem materi yang diberikan akan mulai dilaksanakan pada Selasa (15/03/16). “Kegiatannya berlangsung sore hari. Kalau yang sudah berlangsung sebelumnya, diawali dengan bimbel dulu sampai menjelang Magrib. Setelah itu solat berjamaah, baru mengaji dan materi sampai menjelang waktu solat Isya’,” tambah Sherly Brilliantika, bendarahara Grand Opening UKAI Mengajar.

Kelompok rebana Nida Tul Anfal dari Candimulyo sengaja didatangkan oleh panitia untuk menyemarakkan acara. Seiring dengan bertambahnya anak didik dan masyarakat sekitar yang mendukung keberlangsungan acara ini, maka UKAI Mengajar kini akan dilaksanakan setiap hari Senin – Jumat. “Akan diformat juga materi kegamaan yang akan disampaikan, misal hari senin Tauhid, selasa Tajwid dan materi-materi lainnya,” tambah Sherly.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY