Sebelum pertandingan final dimulai tim Lajur Kiri FC (kiri) dan Blumbang FC (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

MAGELANG – Setelah berhasil meraih gelar juara pada kejuaraan futsal Dies Natalis ke-2 Universitas Tidar lalu, Lajur Kiri FC kembali menduduki kursi juara pertama pada Engineering Cup 2016. Pada pertandingan futsal antar mahasiswa dan alumni yang berlangsung Sabtu-Minggu (28-29/05/2016), tim mahasiswa Prodi Teknik Elektro ini berhasil membuat Blumbang FC menyerah pada skor akhir 4:1.

“Pemenang ditentukan dengan adu tendangan penalti karena skor kedua tim seri,” jelas Hani Prasetyo, Ketua Panitia Engineering Cup 2016.

Kejuaraan futsal yang baru pertama kali diadakan oleh BEM Teknik ini diikuti 20 tim futsal yang masing-masing terdiri dari 8 pemain dan 1 orang official. Pertandingan futsal yang diselenggarakan di GOR Samapta kali ini menggunakan sistem gugur dengan durasi pertandingan 2×10 menit untuk babak penyisihan dan 2×15 menit untuk babak final.

“Ada tim dari alumni Fakultas Teknik, Blumbang FC. Sejalan dengan tujuan utama acara ini yaitu mempererat silaturahmi antar mahasiswa dan tidak terkecuali dengan para alumni maka alumni kami libatkan dalam kejuaraan ini,” jelas Hani.

Tak hanya memberikan penghargaan kepada para juara futsal, panitia Engineering Cup 2016 juga memberikan penghargaan khusus bagi tim suporter paling kreatif dan suportif. Best Suporter diberikan kepada tim suporter Civil Squad yang mendapatkan penghargaan uang tunai sebesar Rp 300ribu.

Penyerahan tropi dan hadiah uang tunai dari Ketua Panitia Engineering Cup 2016 (kanan) kepada perwakilan Lajur Kiri FC (kiri) usai pertandingan berakhir.
Penyerahan tropi dan hadiah uang tunai dari Ketua Panitia Engineering Cup 2016 (kanan) kepada perwakilan Lajur Kiri FC (kiri) usai pertandingan berakhir.

Juara 1 Engineering Cup, Lajur Kiri FC (Teknik Elektro) mendapatkan tropi dan uang tunai sebesar Rp 900ribu sedangkang untuk juara ke-2 Blumbang FC (alumni FT) dan ke-3 Omswastiatu (Ekonomi Pembangunan) mendapatkan tropi dan uang tunai masing-masing Rp 700ribu dan Rp 500ribu. Hadiah diserahkan langsung oleh ketua panitia kepada masing-masing perwakilan tim.

Menurut Hani, kejuaraan futsal ini diharapkan bisa dilaksanakan kembali tahun depan bahkan dengan lingkup peserta yang lebih luas lagi. “Suporter menjadi bagian penting dalam menyemangati para pemain namun, akan lebih baik jika suporter lebih suportif lagi dan menghindari tindakan anarkis,” tandas Hani.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY