Dies Natalis ke-2 Universitas Tidar Magelang,Jumat (01/04/2016).

MAGELANG – Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyampaikan capaian Universitas Tidar dalam acara Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-2, Jumat (01/04/2016). Dua tahun menyandang status peguruan tinggi negeri menuntut Untidar selalu melakukan pengembangan baik dari segi pembangunan fisik dan peningkatan kualitas pendidikan menuju perguruan tinggi yang berkualitas.

“Walaupun yang diterima hanya 859 orang namun, SBMPTN tahun lalu pendaftarnya mencapai 5.850. Dibandingkan saat masih berstatus swasta jumlah ini meningkat 1.020 persen,” kata Rektor Untidar.

Selain perihal peningkatan jumlah mahasiswa, perkembangan fisik kampus juga menjadi pembahasan. Peresmian gedung Fakultas Ekonomi pada Januari 2016 lalu merupakan bukti awal keseriusan Untidar dalam meningkatkan pembangunan guna memenuhi kebutuhan ruang kuliah mahasiswa. Tidak menutup kemungkinan, gedung Fakultas Teknik yang sudah mencapai tahap 50% pembangunan akan segera dapat digunakan sepenuhnya pada tahun ini juga.

Prof. Cahyo juga menyampaikan mengenai Desa Binaan Untidar yang kedepannya akan dikembangkan menjadi sebuah Desa Wisata yaitu Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. “Kami sudah mulai menanam 2000 bibit pohon durian. Harapannya besok ketika musim panen durian, sentra durian tidak hanya di daerah Candimulyo namun juga di Balesari juga,” jelasnya.

Orasi ilmiah “Universitas Tidar Respon Tantangan Global Masa Depan” oleh KH. Abdul Wahid Maktub, staf khusus Menristekdikti.
Orasi ilmiah “Universitas Tidar Respon Tantangan Global Masa Depan” oleh KH. Abdul Wahid Maktub, staf khusus Menristekdikti.

Acara Dies Natalis juga diisi orasi ilmiah “Universitas Tidar Respon Tantangan Global Masa Depan” oleh KH. Abdul Wahid Maktub, staf khusus Menristekdikti. “Perguruan tinggi harus cepat, tepat dan responsif menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah semakin canggih,” ujar mantan Komjen RI di Jeddah ini.

Pada hari yang sama juga diresmikan monumen penegrian Universitas Tidar. Monumen dengan patung Elang yang juga menjadi lambang Untidar ini memuat nama-nama tokoh yang berjasa dalam proses penegrian diantaranya Mayor Jendral (Purn.) H. Mardiyanto, Mayor Jendral (Purn.) Bahrul Ulum dan Ir. H. Sigit Widyonindito, M.T. yang juga hadir pada saat itu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY