BEKERJASAMA DENGAN KPU KOTA MAGELANG, BEM KM ADAKAN SOSIALISASI PILWAKOT

Senin 9 November 2015 BEM KM Untidar bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Kota Magelang mengadakan acara “SOSIALISASI PILWAKOT 2015”. Kegiatan ini bertema “Menuju Pilkada Serentak 2015 yang Jurdil dan Luber Bersama Mahasiswa Untidar dan Masyarakat Kota Magelang”. Sosialisasi Pilwakot 2015 diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari masing – masing Unit Kegiatan Mahasiswa, BEM Fakultas, BEM KM Untidar, mahasiswa dari berbagai prodi di Untidar dan masyarakat sekitar Kampus Untidar (Perangkat Desa). Sasaran kegiatan ini yaitu untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa dan juga masyarakat di lingkup Kampus Universitas Tidar akan pentingnya peran setiap individu, kelompok, dalam memberikan sumbangsih suara untuk pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember tahun ini. 

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Kegiatan Taufik Aji Firmandi yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Untidar. "Ada keprihatinan ketika mahasiswa tidak peduli dengan perkembangan sosial politik yang terjadi di tanah air. Padahal mahasiswa adalah calon pemimpin di masa depan. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini mahasiswa mau berperan aktif dalam Pilwakot yang akan dilaksanakan 9 Desember nanti" tutur Taufik. Sementara itu Wakil Rektor 3 Untidar Dr. Bambang Kuntjoro, M.Si mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi ajang pendidikan politik agar mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus tidak buta politik

Ada 2 pemateri dalam kegiatan ini yaitu   Ketua KPU Kota Magelang Drs.Basmar Perianto dan Ahmad Sabiq S.I.P, M.A Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. "Jangan sekedar memilih hanya karena amplop, jangan juga hanya menjadi suporter, tapi harus menjadi voters yang rasional" kata Basmar Perianto. Ahmad Sabiq menyampaikan materi tentang pragmatisme dan sistem oligarki. Juga menyinggung tentang ketidaknetralan birokrasi dan politik uang berikut berbagai alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan pilkada. 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY