BEKERJA SAMA DENGAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI, UNTIDAR SOSIALISASIKAN MASYARAKAT ASEAN 2015

Saat ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus mensosialisasikan pemberlakuan Masyarakat ASEAN 2015. Upaya sosialisasi yang dilakukan antara lain menggelar kuliah umum dan seminar bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi. Selasa 24 Maret 2015 Kuliah Umum dengan tema "Indonesia Menyongsong Masyarakat Asean 2015 digelar di Auditorium Universitas Tidar. 

Kuliah umum ini diikuti oleh beberapa tamu undangan dari Akademi Militer Magelang, dosen dan mahasiswa Untidar. Pembicara dari Kemenlu menghadirkan Elisabeth Heri Budiastuti dan Endang Rusmihaty yang merupakan pejabat di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor III Untidar Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. Dalam sambutannya Dr. Bambang Kuncoro mengatakan perlunya masyarakat Indonesia bersiap untuk menyongsong Masyarakat Asean 2015 berikut tantangan dan peluang yang ada di dalamnya. Wakil Rektor III menyambut baik diadakannya kuliah umum ini, karena baik dosen maupun mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman yang kongkrit dan luas mengenai Masyarakat Asean. "Pemberlakuan Asean Community sudah di depan mata, kuliah umum adalah wadah yang tepat untuk mentransfer informasi, ide dan gagasan". 

Pejabat dari Kemenlu RI, Elisabeth Heri Budiastuti, menjelaskan pendidikan merupakan salah satu elemen penting yang mendapat perhatian dalam sektor pembangunan manusia di ASEAN. Tujuan strategis dari peningkatan dan prioritas pendidikan adalah melalui pembentukan masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society), peningkatan kesadaran ASEAN di kalangan pemuda, serta pembentukan identitas ASEAN berdasarkan persahabatan dan kerjasama.

“Melalui kuliah umum ini, kami mengajak para mahasiswa Universitas Tidar untuk mencermati perkembangan kerjasama ASEAN dan mengambil kesempatan serta manfaat yang muncul dari proses integrasi yang berlangsung di kawasan Asia Tenggara,” papar Elisabeth. Ditambahkannya, mahasiswa sebagai agent of change memiliki posisi yang penting dan sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi terkait perkembangan ASEAN.

Sementara itu Endah Rusmihaty memaparkan mengenai manfaat Masyarakat Ekonomi Asean bagi Indonesia, diantaranya di sektor Investasi, Indonesia bisa mendapatkan tambahan modal, teknologi dan managerial bagi pengolahan sumber daya alam yang ada. Pasar Tenaga Kerja juga menjadi semakin luas. Di sektor jasa Indonesia bisa menawarkan jasa dengan lebih kompetitif, interaksi dengan masyarakat asean lebih luas, dan dari segi konsumen barang menjadi lebih murah. Untuk bisa mengatasi tantangan MEA, Indonesia harus mampu mengentaskan berbagai permasalahan seperti Kemampuan Bahasa, Tingkat Pendidikan Masyarakat yang masih rendah, Keterbatasan Daya Saing SDM, Keterbatasan Pasokan Energi, Ketergantungan Import Bahan Baku untuk industri dsb.

Kuliah Umum kali ini juga menghadirkan Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi. Gubernur Akmil memberikan motivasi agar mahasiswa sebagai generasi penerus membekali diri dengan berbagai kemampuan. Jangan hanya mengejar lulus kuliah tanpa memiliki daya saing. 
Hal lain yang disampaikan adalah perlunya segenap elemen masyarakat untuk waspada terhadap proxy war yaitu perang yang terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga untuk menyerang. Bertambah pesatnya populasi penduduk dunia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pangan, air bersih, dan energi akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru.Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga. 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY