Foto Bersama Juara lomba Debat/Diskusi PCTA TA tingkat perguruan tinggi se-Jawa Tengah : Juara 1 UIN Walisongo (kiri), Juara 2 UNIMUS, Juara 3 UNTIDAR (Jas almamater kuning) dan Juara Harapan UNIMUS (kanan).

MAGELANG – Salah satu tim debat perwakilan UNTIDAR, Oktavia Suryaningsih dan Angela Febriani Nanda Prasetyo berhasil meraih gelar juara 3 pada lomba debat Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Perguruan Tinggi Se-Jateng. Acara yang diselenggarakan oleh Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan, Kantor Pertahanan Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung pada Rabu-Kamis (1-2/06/2016) bertempat di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Masuk 8 besar pada babak semi final itu pun sudah sangat bersyukur. Sempat salah menjawab pertanyaan juri kami sudah pesimis bisa masuk final namun diluar dugaan bahkan kami membawa pulang tropi juara,” kata Angela.

Menurut penuturan kedua mahasiswi semester 2 prodi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini persiapan lomba debat kali ini bisa dibilang “minimalis”. Diakui keduanya, peran Retno Dewi Pramodia Ahasani, SIP., M.P.A. selaku pembimbing sangat cekatan memberikan materi-materi yang berhubungan dengan tema lomba serta memberikan bimbingan intensif terutama saat menjelang hari perlombaan. “Kami baru mendapat surat pemberitahuan akhir bulan Mei sedangkan pelaksanaan lomba pada awal Juni. Waktu yang singkat itu kami manfaatkan semaksimal mungkin,” tutur Retno.

Mengangkat tema “Dengan cinta tanah air akan tercipta generasi muda Indonesia yang mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” lomba debat PCTA tahun 2016 ini diikuti 32 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jateng. Lomba debat ini dibagi ke dalam 3 babak yaitu penyisihan, semi final dan final. Dari seluruh tim hanya 8 tim saja yang bisa masuk babak semi final dan akhirnya ditentukan 4 tim yang berhak masuk final. Keempat tim yang berhasil masuk final adalah UNTIDAR, UIN Walisongo dan 2 tim dari UNIMUS.

“Tema debat masih seputar maritim, perbatasan serta bagaimana generasi muda menanggapi isu-isu sosial yang terjadi akhir-akhir ini,” jelas Oktavia.

Perlombaan debat PCTA dibagi menjadi 2 kategori yaitu antar SMA dan perguruan tinggi. Kategori ini membedakan pola penilaian juri. Kategori siswa SMA lebih ditekankan pada poin pengetahuan umum mereka sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi lebih ke bagaimana penalaran mahasiswa dalam menanggapi persoalan-persoalan yang sudah disediakan juri.

“Keuntungan menjadi mahasiswa Fisip, AN khususnya. Kami berdua sudah terbiasa bagaimana mengutarakan pendapat kepada orang lain baik dalam kegiatan perkuliahan atau organisasi sehingga sudah tidak canggung di depan juri,” tambah Oktavia.

Sebagai Juara 3 lomba debat/diskusi PCTA TA. 2016 tingkat perguruan tinggi se-Jateng, Angel dan Oktavia mendapatkan sebuah tropi dan uang pembinaan senilai Rp 1 juta. “Kami harap kedepannya ada tim debat masing-masing fakultas sebagai persiapan jika ada lomba debat semacam ini lagi,” tutur keduanya. Pada kesempatan ini, UNTIDAR mengirimkan 2 tim debat yaitu tim Angela dan Oktavia dengan pembimbing Retno Pramodia serta tim Rama Sudjana Sedjati dan Krisnaldo Triguswinri dengan pembimbing Shadu Satwika Wijaya S.Sos., M.Si.

6 COMMENTS

  1. pengumuman hasil lolos menjadi karyawan kontrak habis wawancara kok blm keluar ya bu/pak admint kpn ya?

LEAVE A REPLY