MAGELANG – Setelah resmi menjadi keluarga besar sivitas akademika UNTIDAR, 573 mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 mulai menjalani masa orientasi. Panitia Otadama (Orientasi Muda Tidar) memutuskan untuk melaksanakan kegiatan orientasi mahasiswa tahun ini dalam 2 gelombang yang masing-masing terdiri dari 2 hari dikarenakan keterbatasan tempat.

“Gelombang pertama pada 18-19 Agustus 2016 dan gelombang kedua pada 20-21 Agustus 2016. Pembagian mahasiswa dalam dua gelombang bertujuan agar mahasiswa teteap kondusif menerima materi dengan kondisi tempat yang terbatas,” kata Raedy Hendarto, Ketua Panitia Otadama 2016.

Otadama 2016 bertujuan untuk mengenalkan dan memahami lingkungan akademis yaitu kampus UNTIDAR serta membekali mahasiswa baru dengan materi-materi dasar baik yang nantinya digunakan dalam kehidupan perkuliahan maupun bermasyarakat.

Materi pada hari pertama dimulai dengan wawasan perguruan tinggi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., dan Dekan FKIP, Prof. Dr. Soekarno, M.Si.

Selain dari pihak kampus, materi juga diberikan oleh Letkol. Arm. Joko Purnomo, perwakilan dari Gubernur AKMIL Magelang yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan”. “Wawasan Kebangsaan yaitu agar memahami bela negara dan cinta tanah air. Di Indonesia banyak sekali koruptor, tawuran, bandar narkoba. Korupsi di bela mati, maraknya korupsi. Siapapun warga negara wajib pembela warga negara kita, kata Joko Purnomo Gubernur Akmil. Wawasan Kebangsaan merupakan orang pandang Bangsa Indonesia dengan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan,” kata Joko.

Kepala Kelurahan Potrobangsan, Dr. Arifudin dan Kapolsek Magelang Utara, Kompol. Sugimin, S.H juga turut menjadi pemateri mengenai “Pengenalan Nilai, Budaya, dan Etika”. “Lurah dan Kapolsek diharapkan secara langsung dapat memberikan acuan bagaimana bermasyarakat yang baik dan mampu berbaur dalam kehidupan sosial bagi di lingkungan tempat tinggal maupun dalam kampus,” tutur Wiji Kusumaningsih, Humas Otadama 2016. (WK/DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY