Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar mengirimkan 20 mahasiswanya ke Malaysia dalam rangka Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional. Mahasiswa yang direncanakan akan berangkat, Rabu (12/07) esok terdiri dari 14 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan 6 orang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Rektor UNTIDAR saat mmberikan pembekalan pada peserta PPL internasional.

“Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengajar dan meneliti. Kemampuan mengajar meliputi perencanaan serta evaluasi sedangkan penelitian meliputi pengambilan data dan pelaporan pada akhir masa PPL,” tutur Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd saat memberi pembekalan pada peserta PPL, Senin (10/07) di ruang I.7 FKIP UNTIDAR.

Ia juga menekankan pentingnya belajar hidup “beradap”. “Baik-baiklah hidup sesuai tuntutan lingkungan, beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya,” tambah Rektor.

Pada kesempatan ini, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. menuturkan bahwa ke-20 mahasiswa yang berangkat ke PPL Malaysia ini merupakan mahasiswa pilihan. “Dari jumlah pendaftar sebanyak 99 peserta setelah melalui beberapa tahap proses seleksi hanya menyisakan 20 siswa ini. Keseluruhannya sangat bersemangat menyambut keberangkatannya esok lusa,” tuturnya.

Menurutnya, selain mendapat kesempatan mengembangkan ilmunya di luar negeri, semua peserta PPL ini nantinya akan mendapatkan sertifikat khusus dari Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Hulu Selangor. “Peserta PPL akan mendapatkan sertifikat khusus dari PPD Selangor Hulu atau kita menyebutnya di Indonesia, Dinas Pendidikan. Sertifikat ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi para peserta PPL ketika lulus nanti. Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian disana sebagai bahan skripsinya nanti ketika pulang ke kampus UNTIDAR,” jelas Dekan FKIP.

Sejumlah 20 mahasiswa FKIP mendapat kesempatan melaksanakan PPL di Malaysia.

Silviani Fajrin, mahasiswi PBI semester 7, salah satu peserta PPL menuturkan akan mengajar dengan metode kurikulum Malaysia. “Selain mempersiapkan kelengkapan pribadi yang jelas menyiapkan kelengkapan mengajar yang berbeda dari sistem pengajaran di Indonesia,” jelasnya. Silvi juga menjelaskan nantinya ia akan tinggal bersama orangtua asuh selama di Malaysia.

Para mahasiswa UNTIDAR akan melaksanakan PPL mulai Rabu (12/07) hingga Sabtu (06/08) di 3 lokasi berbeda yaitu Sekolah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya, Sekolah Menengah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya dan sekolah lain yang ditentukan oleh pihak PPd Hulu Selangor.

Program PPL internsional ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) antara FKIP UNTIDAR dengan Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Hulu Selangor, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Sekolah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya, dan Sekolah Menengah Bandar Sungai Buaya pada bulan April 2017 lalu. Kedepannya kedua belah pihak akan terus mengembangkan Mou ini untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here