MAHASISWA UNTIDAR LOLOSKAN TABULAMPOT 3 IN 1 DALAM PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 2015

            Impian kebanyakan orang adalah memiliki tanaman buah di halaman rumah sendiri. Buahnya tumbuh lebat, menjuntai, perawatan yang mudah dan mudah dipetik. Namun, impian tersebut sirna ketika areal tanah yang dimiliki terbatas. Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Terutama pada kawasan perumahan yang mempunyai luas lahan yang minim. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam pot. Seperti sawo, lengkeng, jambu biji, mangga dan lainnya. Dasar pemikiran inilah yang melatarbelakangi 3 mahasiswa Untidar untuk mengajukan proposal TABULAMPOT 3 IN 1 Dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2014, tahun pendanaan 2015. 

          TABULAMPOT 3 IN 1 adalah satu tanaman tiga macam varietas  berbuah lebih cepat, menariknya lagi untuk TABULAMPOT 3 IN 1 jambu warna daunnya berbeda-beda sekaligus bisa menjadi tanaman hias. TABULAMPOT 3 IN 1  merupakan satu pohon yang terdiri dari beberapa varietas tanaman buah yang berbeda. Pecinta tanaman buah pun dapat menikmati berbagai jenis buah hanya dengan menanam dan merawat satu pohon. Tabulampot pun bernilai ekonomis karena harga jualnya yang relatif tinggi,berkisar Rp.15.000,00 perbatang untuk jambu biji dan Rp.20.000,00 perbatang untuk klengkeng. 

          Wibowo mahasiswa prodi Agroteknologi, Fatmawati mahasiswa prodi Agroteknologi, dan Desita Safitri mahasiswa prodi Bahasa Inggris, berhasil meloloskan proposal TABULAMPOT 3 IN 1 dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun ini.  Bersaing dengan puluhan ribu proposal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia, tahun ini Untidar berhasil meloloskan 10 proposal, salah satunya TABULAMPOT 3 IN 1. "Dana yang diajukan untuk program ini sebesar Rp.12.381.000,-", jelas Wibowo selaku ketua program.  " Kami menargetkan dalam satu kali produksi sudah mencapai BEP selama 4 bulan. Karena dengan modal Rp.12.381.000,- sudah dapat memproduksi TABULAMPOT 3 IN 1 sebanyak 1.500 batang". tambah Wibowo. 

         TABULAMPOT SENDIRI adalah sebagai peluang usaha yang masih terbuka lebar, karena di daerah Magelang dan sekitarnya masih sangat jarang bahkan belum ada yang membudidayakan TABULAMPOT 3 IN 1 tersebut. Melalui usulan ini Wibowo dan tim akan membudidayakan tabulampot klengkeng varietas dataran rendah dan jambu biji. Varietas klengkeng yang akan di budidayakan adalah klengkeng aroma durian, klengkeng itoh dan klengkeng pingpong. Dan untuk jambu biji adalah jambu biji cristal (non biji), jambu merah australia dan jambu varigata. Program ini secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, rumah tangga atau pengusaha, sebab saat ini peluang usaha TABULAMPOT 3 IN 1 terbuka luas karena masih jarang yang mengembangkannya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan merangsang usaha berskala kecil dan menengah yang berbasis rumah tangga, menyerap pengangguran dan menggerakkan sektor riil masyarakat, disamping itu dapat meningkatkan tingkat kreativitas masyarakat dengan terus-menerus menemukan produk baru yang berkualitas dan berdaya saing.

        Ir. Historiawati, M.P yang merupakan pembimbing program ini menyatakan apresiasinya atas lolosnya TABULAMPOT 3 IN 1 dalam PKM tahun ini. Dari tahun ke tahun, proposal yang diajukan oleh BEM Fakultas Pertanian semakin meningkat dari segi kualitas. Tahun ini dari 10 proposal yang lolos, 5 proposal adalah yang diajukan oleh BEM Fakultas Pertanian Untidar. 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY