Si Pintor, inovasi pemipih melinjo PKMT UNTIDAR 2016.

Si Pintor merupakan mesin pemipih melinjo metode roll karya mahasiswa teknik UNTIDAR yang mampu menghasilkan 36 kg emping dalam kurun waktu 4 jam. Alat ini diperhitungkan dapat meningkatkan produksi emping warga Dusun Jamus Pasar, Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang yang pada saat ini hanya mampu menghasilkan 12 kg emping dalam 8 jam dengan metode manual. Melimpahnya pohon melinjo yang di wilayah ini membuat sebagian warganya bermata pencaharian sebagai pengolah melinjo menjadi emping.

“Si Pintor mampu meningkatkan pendapatan warga dari Rp 30.000 – Rp 80.000 menjadi sekitaran Rp 240.000 per harinya berbanding lurus dengan peningkatan hasil emping per harinya,” tutur Hidayatulloh.

Dayat yang juga merupakan ketua PKMT “Si Pintor” Mesin Pemipih Melinjo dengan Metode Roll terus melakukan perbaikan serta peningkatan beberapa komponen agar kedepannya alat ini dapat menjadi solusi peningkatan penghasilan para pengolah emping khususnya di Dusun Jamus Kauman.

Pembuatan emping melinjo secara manual hanya menghasilkan 12 kg emping per hari yang dikerjakan selama 8 jam.
Pembuatan emping melinjo secara manual hanya menghasilkan 12 kg emping per hari yang dikerjakan selama 8 jam.

“Proses pemipihan melinjo secara manual membutuhkan stamina prima karena membutuhkan banyak tenaga jika, warga sakit maka pengolahan emping terhenti begitu juga pendapatan mereka,” kata Dayat.

Bersama ketiga temannya, Aris Priyatmoko, Azwar Anaz Suganda dan Dian Fery Himawan, Dayat terus melakukan perbaikan dan pengembangan Si Pintor. Perbaikan berupa pemberian sekat pengatur pada konveyor sehingga masuknya biji melinjo ke dalam hopper dapat disesuaikan, pemberian cover body agar dalam penggunaannya tidak membahayakan dan pemasangan roda pada kaki rangka mesin agar lebih mudah untik dipindahkan. (Alex-Maulida-Saraya Mg/DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here