Berlatar belakang pendidikan pertanian, Ummi Farida, mahasiswi prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian semester 6 Universitas Tidar mencoba membuat sebuah inovasi media tanam dengan memanfaatkan arang sekam. Ketersediaan bahan baku yaitu sekam padi yang melimpah di tempat tinggalnya, Dusun Banjarsari, Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung menginspirasi Ummi dan kedua temannya, Rois dan Savitri membuat Metaril Plus.

Media tanam steril arang sekam plus PGPR (Plan Grow Promoting Ryzobacteria) merupakan produk hasil Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yang lolos didadani dikti pada tahun 2016 ini. “Keunggulan Metaril Plus dibanding media lain adalah sifat fisik, kimia dan biologinya baik untuk tanaman. Media arang sekam plus PGPR belum ada dipasaran sehingga memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan,” kata Ummi.

Bersama Rois Awaludin Septian (FP/Agroteknologi) dan Rumaira Savitri (FP/Agroteknologi), Ummi memanfaatkan keunggulan PGPR untuk meningkatkan kemampuan media tanam (arang sekam) menyediakan unsur hara bagi tanaman. “PGPR atau juga disebut Rhizobacteria pemicu pertumbuhan tanaman adalah kelompok bakteri yang mampu mempercepat penyerapan unsur hara, memacu pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari patogen,” tambahnya.

Metaril Plus dikemas per 1 kg dalam kemasan plastik.
Metaril Plus dikemas per 1 kg dalam kemasan plastik.

Penggunaan arang sekam selain efektif dalam menyimpan air juga tergolong lebih bersih dibanding menggunakan media tanah. “Metaril plus cocok untuk masyarakat yang ingin menanam tanaman hias tapi tidak suka kotor,” tutur Ummi. Selain itu, kandungan PGPRnya juga baik untuk tanaman buah dalam pot.

Metaril plus dikemas dalam kemasan 1 kiloan dijual dengan harga Rp 8000/kgnya. Produk ini dipasarkan di toko-toko pertanian dan toko tanaman hias di daerah Temanggung, Magelang dan Purworejo. Toko Tunas Muda di Salaman dan UD Sami Asih di Purworejo merupakan beberapa toko yang sudah menjalin kerjasama dengan Ummi dan kawan-kawannya. Respon masyarakat cukup bangus dengan produk baru ini. “Mulai Februari 2016 sampai sekarang sudah diproduksi sekaligus dipasarkan 1050 kemasan Metaril plus,” pungkas Ummi. (NV/DN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY