MAGELANG – Sebanyak 16 mahasiswa dari berbagai program studi mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka di depan tim juri Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Tidar, Selasa (03/05/2016). “Sebagian besar peserta menggunakan bahasa Inggris dalam mempresentasikan karya ilmiahnya,” kata Wandi Arnandi, S.T., M.T.

Menurut juri yang juga dosen Fakutas Teknik ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penguasaan bahasa Inggris peserta seleksi Mawapres tahun 2016 semakin baik. Kondisi ini membuktikan bahwa kualitas peserta Mawapres UNTIDAR juga mengalami peningkatan khususnya dalam penguasaan bahasa asing.

Penguasaan bahasa Inggris/asing merupakan salah satu komponen penilaian selain Indeks Penilaian Kumulatif (IPK) minimal 3.0, karya tulis ilmiah, dan prestasi/kemampuan yang diunggulkan minimal tingkat universitas. Penilaian bahasa Inggris/asing dilakukan melalui dua tahap yaitu penulisan ringkasan (bukan abstrak) karya tulis ilmiah dan presentasi/diskusi.

Tema Mawapres 2016 adalah “Iptek & Inovasi untuk Daya Saing Bangsa”. Sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tema tersebut dijabarkan kebeberapa sub tema seperti anti korupsi, anti narkoba, HAM, hubungan internasional dll yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

“Ada anjuran tema karya tulis disesuaikan dengan jurusan mahasiswa tersebut namun, tidak ada larangan juga untuk mahasiswa yang ingin memilih tema yang tidak berhubungan langsung dengan jurusannya,” tutur Dr. Farikah, M.Pd, juri lainnya.

Vina Ardiyani, mahasiswi semester 2 dari Prodi Agroteknologi membuat karya tulis berjudul “Post Harvest Tomatoes as MOL”. Menurutnya, petani di Indonesia khususnya petani tomat perlu diberikan pengetahuan dan pelatihan bagaimana memanfaatkan sebagian tomat yang melimpah pasca panen menjadi MOL atau lebih dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal. MOL dapat digunakan sebagai bahan pengurai pupuk atau pestisida nabati.

Berbeda dengan Vina yang mengangkat judul karya tulis sesuai dengan jurusannya, Yudhana Priambodo Rahman, mahasiswa Teknik Sipil ini memilih macapat sebagai kajian utama karya tulisnya. Berdasarkan pengalamannya sebagai Juara Kedua Lomba Macapat di UNNES semasa SMA, Yudhana memilih judul “Upaya Melestarikan Budaya Jawa Tengah Melalui Apresiasi Tembang Macapat” untuk karya tulis ilmiahnya.

Juri penyeleksian Mawapres tingkat UNTIDAR terdiri yaitu Dr. Farikah, M.Pd (koordinator juri) dari FKIP, Wandi Arnandi, S.T., M.T. (FT), Ir. Hadi Rianto, M.Sc. (FAPERTA), Dra. Lucia Indrawati, M.Si. (FE), dan Dra. Eni Boedi Orbawati, M.Si (FISIPOL). Juara dalam seleksi tingkat universitas ini nantinya akan diikutkan ke Mawapres Tingkat Nasional yang akan dimulai pendaftarannya pada 25 Mei 2016 mendatang.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY