Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Dr. Bambang Setiadi, IPU mengungkapkan letak Universitas Tidar di Kota Magelang yang dikelilingi beberapa gunung memiliki potensi besar menjadi lokasi pusat pengembangan ilmu gunung api. “Buatlah ‘brand’ UNTIDAR menjadi pusat ilmu gunung api. Ini kesempatan besar UNTIDAR menjadi pusat kajian gunung api yang belum pernah ada di Indonesia,” ungkapnya, Jumat (20/10) pada Seminar Nasional kerjasama UNTIDAR dengan Alumni ’71 SMA N 1 Magelang.

Magelang dikelilingi 7 gunung api yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Telomoyo, Gunung Prahu dan Gunung Andong. Selama ini, gunung api identik dengan bencana alam namun jika dapat mengelola potensinya dengan baik tentunya akan memperoleh manfaatnya.

 

“Alam (gunung api) memiliki potensi terbentuknya pusat riset wisata gunung atau pusat pendidikan vulkanologi, gunung ini juga bisa dijadikan laboratorium alam dan Magelang bisa jadi solusi terhadap minimnya keberadaan wadah bagi para vulkanolog Indonesia,” jelasnya.

Prof. Dr. Dr(HC). Ir. Djoko Santoso, M.Sc., IPU, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) menambahkan bahwa gunung api di Indonesia mempunyai potensi yang lebih jika dibandingkan dengan gunung api di luar negeri. “Banyak pengembangan wilayah gunung api salah satunya adalah wisata contohnya pemandangannya, sumber air panas, hasil pertanian yang melimpah karena tanah yang subur dan potensi lainnya,” katanya.

Selain Ketua DRN dan Guru Besar ITB dalam seminar bertemakan “Ayo Kita Bangun Indonesia Semakin Istimewa” turut hadir sebagai pemateri Ketua Program Pascasarjana Ilmu Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaeni, MS. yang menyampaikan materi mengenai produk peternakan sebagai sumber protein hewani dan Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Syaraf Indonesia, dr. Endro Basuki, Sp.BS (K)., M.Kes. mengenai merawat otak untuk mencegah stroke.

Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Reuni Ageng SMA N 1 Magelang. Dr. Bambang dan teman-teman seangkatannya berinisiatif membuat sebuah acara yang bernilai akademis dan bermanfaat bagi pengembangan Kota Magelang. Maka itu, alumni angkatan ’71 SMA N 1 Magelang menggandeng UNTIDAR dan mewujudkannya dalam sebuah seminar yang dihadiri kurang lebih 300 peserta baik dari siswa SMA, guru, mahasiswa, dosen serta pegawai pemerintahan di wilayah Kota Magelang.

”Bukan hanya sebagai alumni SMA N 1 Magelang tapi para pemateri adalah putra-putri unggulan Kota Magelang. Semoga ilmu-ilmu beliau bisa kita kembangkan untuk sivitas akademika UNTIDAR khususnya dan masyarakat Magelang umumnya,” ungkap Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here